Tinggalkan komentar

Seruan Mahasiswa Indonesia: Turunkan SBY-Boediono

Aksi mahasiswa KTT-MI di depan Gedung Agung Yogyakarta

“Bahwasanya kepemimpinan SBY-Boediono gagal total. Sepakat bahwa tragedi 1998 akan terulang kembali? Mari kita bersama satukan tekad untuk menurunkan SBY-Boediono sekarang juga!” teriak seorang orator penuh semangat yang langsung diikuti koor para peserta aksi. ”turun, turun, turun SBY, turun SBY sekarang juga!”

Selanjutnya bergantian para orator meneriakkan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa ini, yang disambut yel-yel ataupun nyanyian perlawanan oleh para peserta aksi.

Aksi yang diikuti oleh puluhan delegasi dari peserta Konferensi Tingkat Tinggi Mahasiswa Indonesai (KTT – MI) berlangsung di depan Gedung Agung, Istana Negara Yogyakarta pada Kamis (1/6) sore, bertepatan dengan peringatan hari Kelahiran Pancasila .

Saat berlangsungnya aksi, dibagikan selebaran berisi Deklarasi Manifesto Konferensi Tingkat Tinggi Mahasiswa Indonesia (KTT ME) yang mengambil tema ”Kembali ke UUD 1945 dan Pancasila”

Deklarasi Manifesto dihasilkan dari konferensi yang berlangsung pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 2012, di Yogyakarta. Acara yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kalijaga ini diikuti delegasi dari 126 DEMA se Indonesia.

Manifesto konferensi yakni:

  1. Turunkan SBY-Boediono
  2. Nasionalisasi Aset Bangsa
  3. Re-negesoiasi Kontrak Karya Asing

”Jika kita pahami bersama, persoalan yang paling mendasar terletak pada Indonesia yang tidak bisa mandiri dalam segala hal. Indonesia berada dalam kungkungan asing. Indonesia tidak bisa mandiri total sebagai sebuah bangsa,” demikian dikatakan dalam Deklarasi Manifesto tersebut.

Dinyatakan bahwa tidak hanya di sektor ekonomi, soal minyak gas dan bumi juga menjadi perebutan masif oleh pihak asing di Indonesia. Banyak perusahaan tambang asing di indonesia berdiri dan mengeksploitasi kekayaan alam negeri Indonesia, tanpa memperdulikan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pemerintah pusat, maupun di daerah tidak bisa berbuat apa-apa untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia, hanya membiarkan keserakahan perusahaan asing itu menjajah negeri ini. Kondisi ini adalah bentuk pengkhianatan UUD 1945 sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai ideologi Negara.

Berdasarkan persoalan-persoalan yang mengemuka, konferensi menumbuhkan kembali semangat cita-cita bersama. Sebagai bentuk proses pengabdian mahasiswa terhadap bangsa dan negara serta komitmen untuk mengawal Indonesia, maka dinyatakan sikap bahwa mahasiswa mempunyai cita-cita ideal agar bangsa ini bisa berdaulat sepenuhnya tanpa intervensi asing, serta mengembalikan berjalannya negara ini sesuai spirit kemerdekaan.

Melalui proses panjang dan penuh dialektika, maka mahasiswa Indonesia melahirkan manifesto  sebagaimana dinyatakan di atas tulisan ini.

Yogyakarta, 1 Juni 2012

______________________________

Tulisan Terkait:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: