2 Komentar

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jalanan Yogyakarta

Aksi mahasiswa KTT-MI di depan Gedung Agung Yogyakarta

Lik Suyanto

Ada banyak cara untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni. Titik nol kilometer Yogyakarta, sebagai pusat kota Yogyakarta, menjadi tempat strategis bagi berbagai elemen untuk menyampaikan aspirasinya ke publik.

Demikian pula yang berlangsung pada kamis (1/6) sore, setidaknya ada tiga kelompok yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang berbeda-beda.

Paguyuban Sastrawan Mataram (PSM) yang biasa menyelenggarakan acara bulanan Malam Sastra Malioboro di tempat tersebut,  mengambil tema ”Refleksi Hari Lahir Pancasila” dengan pembacaan puisi, orasi budaya, dan teatrikal.

Tampil membacakan puisi diantaranya adalah Wahyana Giri MC, Syam dan Lik Suyanto. Acara berlangsung singkat dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mustofa W. Hasyim.

”Hal terpenting adalah memaknakan kebebasan berekspresi,” demikian dikatakan Sigit Sugito ketua Paguyuban Sastra Mataram selepas acara. ”Hal memprihatinkan jika ada pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap kelompok lain karena tidak setuju. Kekerasan sama sekali tidak dibenarkan untuk membungkam kebebasan berekspresi,”

Salah satu aksi dari Masyarakat Cinta Republik (MCR)

Di tempat yang sama, setelah acara Paguyuban Sastra Mataram usai, Kelompok anak-anak muda yang menamakan dirinya Masyarakat Cinta Republik (MCR) menggelar acara ”Seribu Jempol untuk Pancasila” melalui pertunjukan pembacaan puisi dan performance art.

Pada pernyataannya, mereka ingin melihat apakah masyarakat masih ingat dan peduli dengan Pancasila. Hal ini terkait dengan keprihatinan mereka pada kasus-kasus kekerasan yang terjadi seperti kasus Cieusik, Yasmin Bogor, Kasus Gandekan, LKIS, dan sebagainya.

”Maraknya kasus kekerasan membuktikan bahwa semboyan dalam sang kaki garuda yaitu Bhineka Tunggal Ika sudah dilanggar dan dinodai,” demikian dinyatakan MCR.

Keprihatinan lainnya yang dikemukakan adalah segala sikap dan tindakan para pemimpin dan wakil rakyat yang dinilai kehilangan semangat dan nilai-nilai Pancasila.

Sedangkan di depan gerbang Gedung Agung, Istana Yogyakarta, puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia yang baru saja menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Mahasiswa Indonesia, menggelar aksi dengan menyerukan tuntutan yang terumuskan pada manifesto mereka, yakni: 1) Turunkan SBY-Boediono, 2) Nasionalisasi Aset Bangsa, dan 3) Renegoisiasi Kontrak Karya Asing.

”Jika kita pahami bersama, persoalan yang paling mendasar terletak pada Indonesia yang tidak bisa mandiri dalam segala hal. Indonesia berada dalam kungkungan asing. Indonesia tidak bisa mandiri total sebagai sebuah bangsa,” demikian dikatakan dalam Deklarasi Manifesto tersebut.

Selanjutnya dinyatakan bahwa sebagai bentuk proses pengabdian mahasiswa terhadap bangsa dan negara serta komitmen untuk mengawal ke-Indonesiaan, maka cita-cita ideal adalah agar bangsa ini bisa berdaulat sepenuhnya tanpa intervensi asing, serta mengembalikan berjalannya negara ini sesuai spirit kemerdekaan.

Yogyakarta, 1 Juni 2012

________________

Tulisan Terkait:

Iklan

2 comments on “Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jalanan Yogyakarta

  1. […] Hal ini menimbulkan reaksi dengan berhimpunnya berbagai elemen masyarakat ke dalam Gerakan Rakyat YogyakartaAnti Kekerasan(Gerayak) yang melakukan aksi di titik nol kilometer pada tanggal 11/5 2012 (lihat di SINI). Berbagai aksi dari elemen di Yogya terus bergulir, dari apel siaga berbagai ormas, Kenduri Tolak Bala (lihat di SINI), berbagai Aksi para Seniman dan elemen lainnya yang menggunakan momentum hari lahirnya Pancasila untuk menyampaikan sikap anti kekerasan (lihat di SINI). […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: