2 Komentar

Aji Damai: Menyelesaikan Perbedaan dengan Kekerasan adalah Kedunguan


 

Aliansi Jogja untuk Damai atau dikenal dengan nama Aji Damai, sebuah aliansi yang didirikan oleh berbagai elemen pada tahun 2006, turut menyesalkan adanya aksi pembubaran diskusi buku dan penyerangan ke Kantor LKiS  pada 9 Mei yang lalu.

”Kemarin memang terjadi penyerangan. Jangan sampai termakan isu yang mengatakan tidak ada kekerasan. Kaca-kaca di sini benar-benar pecah. Penyerangan ini tidak hanya sekali ini saja. Ini harus dicatat. Dulu ada penyerangan kepada penghayat Sapdodarmo. Aji damai mencoba mendampingi. Tapi kasusnya tidak diselesaikan oleh Kepolisian.” demikian dikatakan Nur Kholik Ridwan yang mewakili Aji Damai dalam sambutannya pada acara Kenduri Tolak Bala yang berlangsung di Pendopo Hijau, kantor LkiS Yogyakarta, semalam (19/5).

”Penyelesaian perbedaan dengan melakukan kekerasan, penyerbuan, dan tindakan kriminal akan menciptakan generasi yang dungu. Generasi yang kerdil dan tidak bisa berpikir untuk menggunakan nalar dan akal sehatnya. Mereka hanya bisa mengandalkan otot. Kalau kita menoleransi sikap-sikap kekerasan untuk mengatasi masalah, maka 10-20 tahun lagi yang akan hidup adalah generasi dungu,” lanjut Nur Kholik.

Aji Damai yang berkomitmen untuk menjaga agar Yogya bisa damai dan berkeadilan berharap bahwa kasus penyerangan ini bisa diselesaikan dengan baik. Siapa yang menjadi penyerbu harus diproses. Siapa-siapa yang salah nanti dibuktikan di pengadilan.

”Kita menolak aksi kekerasan dilawan dengan kekerasan karena akan menciptakan serangkaian kekerasan lainnya. Ini akan menimbulkan dendam-dendam baru. Akan menjadi luka yang panjang dan lama untuk menyembuhkannya. Jadi biarkan diselesaikan secara hukum. Pihak kepolisian harus bertindak tegas,” ungkap Nur Kholik.

Oleh karena itu, dikatakan oleh Nur Kholik bahwa Aji Damai berkomitmen untuk mengawal proses penyelesaian kasus kekerasan yang terjadi di LkiS, dengan alasan bahwa:

  • Perbedaan adalah kenyataan hidup di dunia
  • Menjaga Yogya agar damai dan adil.
  • Indonesia menjamin berserikat dan berkumpul
  • Ingin membuktikan bahwa perlawanan terhadap kasus kekerasan tidak boleh dilawan dengan kekerasan.

Ya, kekerasan bukan jalan keluar. Kekerasan juga memang tidak perlu ditanggapi dengan kekerasan. Mari kita bersama menciptakan rasa toleransi dengan sesama, menciptakan kehidupan yang nyaman, aman, tentram dan damai. Bukankah indah bila demikian?

Yogyakarta, 20 Mei 2012

Tulisan terkait:

GKR Hemas: Masyarakat Yogyakarta Bisa Mengatasi Kekerasan

Kenduri Tolak Bala, Mensikapi Aksi Kekerasan

Iklan

2 comments on “Aji Damai: Menyelesaikan Perbedaan dengan Kekerasan adalah Kedunguan

  1. Kunjungan siang-siang sobat, untuk mbaca tulisannya. Sukses selalu ya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: