Tinggalkan komentar

Pada Aksi Gerayak, GMNI Nyatakan Bhineka Tunggal Ika Harga Mati

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GmnI) Yogyakarta, salah satu elemen yang terlibat dalam Gerakan Rakyat Yogyakarta Anti kekerasan (Gerayak) yang melakukan aksi anti kekerasan pada hari Jum’at (11/5/12), dalam press release yang disebarkan di tengah berlangsungnya aksi secara tegas menyatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika Harga Mati dalam Berkehidupan Bangsa.

Mereka menilai bahwa Yogyakarta sebagai pusat bertemunya beragam budaya daerah  merupakan potensi kekayaan bangsa yang patut diperhatikan. Namun, pada beberapa waktu terakhir, Yogyakarta yang dikenal sebagai “City of Tolerance” sudah tercoreng dengan aksi beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan beragam aksi anarkistis yang menodai nilai-nilai toleransi yang sudah lama melekat kuat dalam masyarakat Yogya.

 Dinyatakan bahwa setiap usaha penistaan terhadap nilai toleransi di Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, adalah sebuah usaha pelecehan terhadap nilai-nilai persatuan bangsa yang terdapat dalam pancasila. Dan itu adalah sebuah tindakan inkonstitusional dan melanggar hukum Negara.

Disadari bahwa terjadinya perbedaan pendapat, perbedaan cara pandang dan tafsir terhadap suatu keadaan adalah hal yang wajar. Namun ditegaskan oleh GmnI bahwa hal itu tidak lantas menjadi suatu alasan pembenar untuk melakukan tindakan anarkis yang merugikan masyarakat luas.

Terkait dengan aksi-aksi kekerasan yang telah berlangsung, DPC GmnI Yogyakarta menuntut kepada pemerintah dengan berbagai instansi yang terkait untuk:

  1. Mengusut tuntas kasus kekerasan dengan alasan apapun yang merugikan masyarakatYogyakarta
  2. Adili pelaku perusakan kantor LKiS melalui prosedur hukum yang berlaku
  3. Kembalikan ruh berkehidupan bangsa berupa semangat Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila.

Memang kekerasan, atas nama apapun tidak boleh dibiarkan terus berlangsung. Penegakan hukum kepada para pelaku tindakan kekerasan harus dilakukan. Negara sama sekali tidak boleh mengabaikan hal ini agar tidak berkepanjangan dan pada satu titik tertentu, akan sulit untuk diatasi.

Mari menjaga kebersamaan walau memiliki perbedaan. Bhineka Tunggal Ika, memang harus menjadi harga mati.

Yogyakarta, 11 Mei 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: