Tinggalkan komentar

Malam Chairil Anwar: Seorang Binatang Jalang atau Seekor Manusia


Adayang berbeda dalam penataan di pendopo dan sekitar Rumah Budaya Tembi, yang terletak di Jln. Parang Tritis KM 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Penataan ruang terlihat formal sebagaimana acara-acara resmi.  Limameja bundar dengan taplak biru berada di posisi depan, di pinggiran pendopo, dan ratusan kursi lainnya berada di sisi selatan, timur dan barat yang terlindungi oleh tenda-tenda. Pedagang angkringan yang biasanya berada di sisi Barat, malam ini harus mengalah sementara pindah ke sisi paling Timur.

Memang ini malam yang berbeda. Bila berhubungan dengan pembacaan puisi yang rutin diselenggarakan di sini dalam tajuk “Sastra Bulan Purnama”, dengan menghadirkan berbagai seniman/penyair dalam berbagai angkatan, maka malam ini, untuk memperingati 63 tahun wafatnya Chairil Anwar, para petinggi dan politisilah yang tampil membacakan puisi-puisi Chairil Anwar. Acara ini diberi tajuk: “Malam Chairil Anwar, Membaca Puisi Menggugah Hati

Chairil Anwar, siapakah tak mengenalnya. Ia adalah seorang penyair besarIndonesia. Penyair angkatan 45 yang dilahirkan pada tahun 1922 dan meninggal pada usia muda, 27 tahun di tahun 1949.

“Biasanya yang memperingati malam Chairil Anwar adalah hanya kalangan seniman saja. Tapi di Yogya, malam ini penyelenggaranya adalah para lawyer. Karena saya berpikir, seorang Chairil Anwar dengan para lawyer, lebih besar jasa seorang Chairil Anwar,” demikian dikatakan oleh Kamal Firdaus, seorang advokat senior di Yogyakarta selaku Ketua Panitia saat memberikan sambutan pembukaan.

Menurut Kamal, panitia telah mengundang para pejabat, politisi dan tokoh-tokoh partai politik baik di tingkat lokal maupu di tingkat nasional..  Walau tidak semua bisa hadir, namun respon yang ada cukup baik.

Terlihat hadir dan turut membacakan puisi adalah para petinggi, politisi, lawyer, aktivis masyarakat sipil dan kalangan seniman. Diantaranya adalah  GKR Hemas, Fadli Zon, Imam Anshori Saleh (Wakil Pimpinan Komisi Yudisial), Haris Semendawari (Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban),  Budi Santoso (Anggota Ombusment), Sumarmo (Wakil Bupati Bantul), Tustiani (Ketua DPRD Bantul) Retno Harjanti Iriani (Kepala Kejaksaan Negeri Bantul),  Kamal Firdaus dan Titi Danumiharjo (Advokat), Arie Soejito (dosen dan aktivis) Zainal Arifin Mochtar (Direktur Pukat UGM) dan Landung Simatupang (seniman).

“Kita menghargai Chairil Anwar. Dia mati muda ketika berusia 27 tahun. Bandingkan dengan kita yang hadir di sini. 63 tahun setelah kematiannya, ia masih dikenang. Ia bukan pejabat, bukan petinggi juga bukan pula politisi. Tapi dari sejarah yang kita pelajari, ia adalah seorang aktivis dan seorang pejuang pada masa itu. Kita berkumpul di sini untuk menghargai seorang yang mengaku dirinya sebagai seorang binatang jalang dari kumpulannya yang terbuang. Berarti ia seorang binatang jalang,” demikian dikatakan oleh Kamal Firdaus yang pada tanggal acara bertepatan pula dengan peringatan hari Ulang Tahunnya yang ke 64.

Lebih lanjut dikatakan “Kebalikannya sekarang, apabila kita menyaksikan kehidupan sekarang, banyak orang yang bisa kita sebut sebagai seekor manusia. Untuk itulah kita berkumpul di sini, untuk menggugah hati para petinggi dan politisi untuk menjadi seorang manusia yang mirip dengan seekor binatang jalang. Mungkin bila sering unjuk rasa, tapi tidak menghasilkan apa-apa, atau juga sering bicara revolusi di Facebook tapi tidak melakukan apa-apa, maka semoga dengan membuat kegiatan membaca puisi dapat benar-benar menggugah hati para petinggi dan politisi,“

Sebagai penutup dalam pembukaannya, Kamal Firdaus mengajak para hadirin mengheningkan cipta, mendoakan semoga almarhum Chairil Anwar mendapat tempat yang sebaik-baiknya di alamnya.

Acara yang dipandu oleh Ons Untoro  dan  melibatkan cucu dari sang penyair besar Indonesia Chairil Anwar, berjalan lancar hingga selesai. Memang ada citarasa yang berbeda dibandingkan acara-acara sebelumnya. Tapi kita maklum sajalah. Harap, semoga memang puisi benar-benar bisa menggugah hati para petinggi dan politisi.

Yogyakarta, 29 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: