3 Komentar

Kelas 6 SD bekerja di Café?

(Sumber: VIVAnews/Fernando Randy)


Membaca pemberitaan di vivanews.com (25 &25 April) tentang keberadaan seorang anak kelas 6 SD (Perempuan, 14 tahun) di wilayah Koja, Jakarta Utara yang telah bekerja di café sejak pukul 21.00 hingga hingga dini hari antara pukul 02.00-03.00 membuat kita terhenyak. (lihat di SINI)

Lebih memprihatinkan lagi, SA terdaftar sebagai salah satu peserta Ujian Nasional yang pada saat ini tengah berlangsung.

Saya kira, baru kali ini terungkap adanya anak yang bekerja di café masih berstatus pelajar tingkat SD. Tentu ini merupakan kenyataan yang sangat memprihatinkan.

Tentu saja kita menyambut baik respon yang cepat dari Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai   lembaga independen yang bekerja untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak, atas laporan dari masyarakat.

KPAI telah menemui SA dan orangtua/keluarganya. Adaperbedaan keterangan dari Ibu SA dan kakaknya. Sang ibu menyatakan bahwa SA bekerja atas keinginan sendiri, sedangkan kakaknya menyatakan SA terpaksa bekerja untuk menebus motor. (lihat di SINI)

Informasi tentang SA, mengundang keprihatinan Mendikbud.  “Mestinya tidak boleh. Dan masalah seperti ini seharusnya tidak melulu dilimpahkan kepada Kementerian, tapi harusnya menjadi perhatian dari Dinas Pendidikan DKI,” ujar M. Nuh di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 24 April 2012. (lihat di SINI).  Mendikbud menegaskan seharusnya pihak kafe yang mempekerjakan SA dijatuhi sanksi karena telah mempekerjakan anak-anak.

Kasus SA tentu saja menambah deretan panjang derita yang “terpaksa” dialami oleh anak-anakIndonesia. Sebagai anak yang telah bekerja, SA bisa dikatakan “dijerumuskan” pada bentuk pekerjaan terburuk bagi anak, yang telah menjadi komitmen Negara untuk mengatasinya.

Wilayah kerja di kafe, di mana salah satu bentuk pekerjaan yang dilakukan adalah menemani para tamu menikmati minuman “keras”, tentu saja telah membuat SA terpapar pada situasi yang bisa berdampak buruk bagi anak. Pekerjaan yang dilakukan juga membuat SA rentan untuk dijerumuskan ke prostitusi.

Situasi yang dialami oleh SA, tampaknya memungkinkan bahwa ini juga dialami oleh anak-anak lain di sekitar tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Sepakat dengan pernyataan Mendikbud bahwa perlu ada sanksi tegas kepada pengelola kafe, pihak kepolisian, selayaknya merespon dengan cepat dengan mengusut kasus ini dan mengambil tindakan tegas. Bukankah peraturan perundangan untuk melakukan tindakan tegas telah tersedia? Tanpa adanya tindakan, berarti yang dilakukan adalah pembiaran, dan itu berarti pelanggaran terhadap hak-hak anak.

Dinas atau instansi terkait bisa juga turut berperan. Sebagai misal, Dinas Pariwisata perlu melakukan pengecekan apakah kafe itu telah berijin atua tidak. Bila sudah memiliki ijin, bisa dilakukan pencabutan, bila belum, maka ada sanksi lain yang bisa dilakukan.

Organisasi Non Pemerintah bersama Dinas Sosial bisa melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan anak-anak, memberikan dukungan pemulihan dan re-integrasi sosial anak, dan bisa melakukan penyadaran kepada masyarakat sekitar untuk waspada agar anak-anak lain tidak menjadi korban, dan juga memunculkan solidaritas untuk mendukung upaya pemulihan anak-anak.

Bagaimana selanjutnya? Kita nantikan  aksi-aksi yang dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Selamatkan anak-anak dari situasi buruk, sejahteralah bagi mereka semua!

Yogyakarta, 25 April 2012

Baca juga:

Memerangi Prostitusi Anak (1): Catatan Pembuka

Anak Jalanan Sebagai Subyek Hak, Bukan Pelaku Kriminal

AIDS, Moralitas dan Realitas Kehidupan

Iklan

3 comments on “Kelas 6 SD bekerja di Café?

  1. Banyak yg terjadi, anak2 bekerja diCafe karena keadaan dan gaya hidup yg belum bisa di cerna. Anak ttg baik buruknya
    Di kotaku yg terhitung masih sepi, ada anak 14 tahun klas 2 SMP, menjajakan diri untuk membiayai gaya hidupnya

  2. salut sama anak ini, di pasti seorang anak yang kuat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: