Tinggalkan komentar

Anak Jalanan sebagai subyek Hak, Bukan Pelaku Kriminal

Hal penting pada Peraturan Daerah No. 6 tahun 2011 tentang Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan (lihat di SINI) yang telah disahkan pada tanggal 30 Mei 2011 adalah perubahan paradigma di dalam mensikapi keberadaan anak jalanan.

Selama ini, berbagai Peraturan Daerah (termasuk yang mungkin tengah dirancang) di berbagai wilayahIndonesiaselalu menempatkan posisi anak jalanan dengan mengkriminalisasikan mereka. Bahkan di sebagian wilayah, juga mengkriminalisasi para pemberi uang ke anak jalanan.

Propinsi DIY bisa disebut sebagai pelopor yang menghapus pendekatan kriminalisasi terhadap anak jalanan. Bahkan membuat terobosan dengan menempatkan anak jalanan sebagai pihak yang perlu dilindungi dan dipenuhi hak-haknya.

Penanganan terhadap mereka, yang melibatkan berbagai dinas terkait dan juga kelompok masyarakat sipil, berupaya mengeluarkan anak jalanan dari situasinya di jalanan yang selama ini dikenal penuh dengan berbagai ancaman kekerasan dan eksploitasi.

Pendekatan represif melalui razia-razia terhadap anak jalanan, walau terbukti gagal dan berpotensi melahirkan tindakan pelanggaran Hak Anak, yang hingga kini masih menjadi pendekatan yang umum dilakukan, telah berubah menjadi pendekatan yang humanis. Pada Perda ini disebut penjangkauan, yang dilakukan oleh sebuah tim bernama Tim Perlindungan Anak (TPA) yang beranggotakan dari berbagai unsur, yaitu:

  1. Dinas yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang sosial
  2. Dinas yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang kesehatan
  3. Kepolisian;
  4. Satuan Polisi Pamong Praja
  5. LKSA
  6. Pekerja Sosial; dan
  7. Tenaga Kesejahteraan Sosial Anak.

Tim ini akan ditetapkan dengan Keputusan Gubernur dan bekerja harus sesuai standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan diatur dengan Peraturan Gubernur.

Terkait dengan ini, sejak Juli 2011 telah dilangsungkan serangkaian workshop dan pertemuan untuk membahas Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub). Beberapa pertemuan juga mengundang Mohammad Farid, mantan anggota Komnas HAM, yang dikenal sebagai aktivis hak-hak anak di Indonesia. Untuk mengkritisi rancangan yang dihasilkan dan memberikan masukan-masukan sesuai dengan standar hak anak.

Peserta merupakan perwakilan dari Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, Biro Hukum, Kanwil Dephukham, dan organisasi masyarakat sipil seperti Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DIY, Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN), YLPS Humana, Kaukus Anak Jalanan, PKBI DIY, Yayasan Hafara, dan Rumah Singgah Anak Mandiri.

Pada 17 April 2012, pertemuan pembahasan yang berlangsung di salah satu ruang pertemuan di Dinas Sosial Propinsi DIY telah berhasil memfinalisasi Rancangan Pergub tersebut.

Selamat kepada semuanya. Semoga Peraturan Gubernur segera ditetapkan sehingga Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2011 bisa dilaksanakan dengan baik dan memberikan keuntungan kepada anak jalanan agar bisa keluar dari situasinya, menguntungkan masyarakat luas, dan menguntungkan Propinsi DIY sebagai wilayah yang memberikan perhatian terhadap persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam hal ini hak-hak anak.

Yogyakarta, 19 April 2012

__________________________

Tulisan-tulisan terkait:

  • Pembahasan Rancangan Peraturan Gubernur  tentang Tata Cara Penjangkauan dan Pemenuhan Hak Anak yang Hidup di Jalan di Provinsi DIY, Klik di SINI
  • Menunggu Peraturan dan Surat Keputusan Gubernur DIY untuk Perlindungan Anak yang Hidup di Jalanan, Klik di SINI
  • Perda Nomor 6 tahun 2001 tentang Perlindungan Anak yang Hidup di Jalanan, Klik di SINI
  • Jangan Lagi Ada Pegang Bokong, klik di SINI
  • Penanganan Anak Jalanan Memang Harus Berubah, klik di SINI
  • Pendekatan Keamanan? Ah, Kuno, Klik di SINI
  • Sekali Lagi Yogya Memang Istimewa, klik di SINI
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: