1 Komentar

Siaga Gempa dan Tsunami bagi Anak-anak

Apa yang dilakukan ketika terjadi gempa? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan penting yang bisa hadir di kepala siapa saja, termasuk anak-anak.

Berbagai peristiwa bencana gempa (yang diantaranya disusul oleh tsunami) di Indonesia silih berganti kita dengar, saksikan dan bahkan dialami. Tercatat gempa besar dan tsunami di Aceh pada akhir tahun 2004, yang telah melululantakkan kota. Orang-orang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, terpisah dan kehilangan orang-orang terkasih, serta lebih dari 200 ribu jiwa kehilangan nyawa. Menyusul gempabumi di Yogyakarta pada tahun 2006, yang telah menelan korban jiwa lebih dari enam ribu orang, ribuan rumah rusak dan ribuan orang terluka.

Kemarin (11 April 2012), kita dikejutkan kembali oleh pemberitaan mengenai gempa bumi di Aceh berkekuatan 8,5 SR, dengan gempa-gempa susulan berskala di atas 5 SR. Peringatan dini tentang potensi tsunami telah membuat orang-orang bersiap menyelamatkan diri. Dua jam berlalu, sebelum peringatan diakhiri, kembali terjadi gempa besar berkekuatan 8,2 SR. Doa dan harap cemas, beruntung bisa berlalu tanpa adanya bencana tsunami hebat yang menjadi trauma bagi kita semua.

Pada setiap bencana, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban. Oleh karenanya, saat Tim Kemanusiaan Merdeka Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (TKM-SAMIN) bekerja untuk membantu anak-anak korban gempabumi di Yogyakarta, atas prakarya Yayak Iskra, digagas sebuah buku panduan bagi anak-anak mengenai gempa dan tsunami.

Tim kerja beranggotakan lima orang yaitu, Ayuni, Sri Sy, Atta Sidharta, Yayak Iskra dan Alfi, berhasil menyusun naskah dan gambar untuk ”Buku Mewarnai untuk Anak-anak: Gempa dan Tsunami”.

Pada kata pengantarnya dikatakan bahwa dirasakan sangat penting, terutama bagi anak-anak  untuk memperoleh informasi sederhana tentang apa yang harus dan dapat mereka lakukan ketika gempa bumi terjadi. Baik ketika mereka berada di dalam atau di luar rumah, serta penjelasan tentang bagaimana gempa terjadi.

Media menggambar (baca: mewarnai) dipilih dengan alasan diharapkan dapat menjadi penyalur emosi anak. Emosi atau perasaan memainkan peranan penting dalam hidup manusia. Emosi dapat menjadi energi yang mendorong manusia untuk bersikap konstruktif dan kreatif. Ketika anak-anak mewarnai gambar dalam buku tersebut, orang dewasa atau orangtua bisa memberikan penjelasan.

Memang penting, bagi anak-anak untuk mengetahui tentang gempa dan tsunami dan langah-langkah yang bisa dilakukan oleh mereka. Bahan bacaan menjadi salah satu sumber pengetahuan, yang akan lebih baik lagi bila sering dipraktekkan sehingga lahir spontanitas mereka saat gempabumi terjadi. .

Lebih baik bersiap diri, daripada terlambat. Bukankah begitu?

Ingin mendapatkan buku tersebut dalam bentuk ebook? Silahkan kirim email ke odi_sh@yahoo.com untuk mendapatkannya. Semoga bisa memberi manfaat bagi semua.

Salam hangat,

Yogyakarta, 12 April 2012

_______________________

Pemberitaan mengenai buku ini dapat dilihat di SINI

Iklan

One comment on “Siaga Gempa dan Tsunami bagi Anak-anak

  1. […] Choi Super Junior (Suju) Nge-Tweet Soal Gempa AcehVideo Gempa Bumi Di Aceh 11 April 2012Siaga Gempa dan Tsunami bagi Anak-anakKorban Gempa Aceh Bertambah, 5 Orang Meninggal dan 1 Anak KritisSiaga Gempa dan Tsunami […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: