Tinggalkan komentar

Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam “Yusra dan Yumna” (1): Anak-anak “Hilang”

Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam “Yusra dan Yumna”:

ANAK-ANAK “HILANG”

Mega Sinetron "Yusra dan Yumna"

Mega Sinetron ”Yusra dan Yumna” produksi SinemArt besutan sutradara Gita Asmara yang ditayangkan di RCTI sejak tanggal 19 Pebruari 2012 akhirnya menjadi tontonan yang sering tidak saya lewatkan kecuali memang ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan atau dirubah waktunya.

Terus terang, saya mulai menonton  lantaran promosi yang dilakukan seorang sahabat yang dikenal dengan nama Ajinatha atau nama lengkapnya Aji Najiulah Thaib  yang terlibat dalam produksi sinetron tersebut sebagai penata artistiknya. Saya telah menulis tentang kesan saya sebagai penonton yang telah diposting di blog ini (Lihat SINI).

Setelah mencermati para tokohnya yang sebagian besar masih duduk di bangku SMA (tanpa keterangan duduk di kelas berapa, dan bisa jadi dianggap tidak penting), maka saya menempatkannya masih masuk dalam batasan umur anak dengan mengacu kepada Konvensi Hak Anak (KHA) dan juga Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) yang menetapkan batas umur anak di bawah 18 tahun.

Penempatan posisi para tokoh yang masih sekolah sebagai anak-anak, secara sadar dilakukan dengan mengabaikan keterangan yang muncul pada tayangan episode pertama.  Hal ini tergambarkan ketika terjadi bencana tsunami yang meluluhlantakkan segalanya termasuk orang-orang yang tewas dan hilang. Pada bencana itu,  dua anak kembar terpisah. Satu anak bersama orangtuanya, satunya lagi ditemukan oleh seorang penduduk yang kemudian mengasuhnya. Lalu tayangan menampilkan satu tokoh sudah beranjak dewasa dalam posisi tidur dan muncul title memberikan keterangan “17 tahun kemudian”. Nah, bila saja anak tersebut berumur, katakanlah 3 tahun, maka kisah kekinian seharusnya menunjukkan umur mereka sudah 20-an tahun. Tapi tak mengapalah diabaikan.. toh hanya fiksi, toh hanya sinetron… he.h.e.he.h.ehe

Namun, banyak dipahami bahwa suatu karya fiksi, bisa dipastikan tidak berada dalam ruang kosong. Seberapapun kuatnya bermain dalam imajinasi, membangun kehidupan yang absurd atau bahkan terlihat sangat mengada-ada dan di luar logika, seorang penulis tentu dipengaruhi oleh referensi atas realitas sosial yang didengar, dilihat ataupun dialaminya. Oleh karenanya, tidaklah mengada-ada bila dikatakan suatu karya fiksi bisa pula mencerminkan realitas sosial yang ada.

Terkait dengan persoalan yang menarik perhatian saya,  adalah kisah-kisah dengan beragam konfliknya yang dihadirkan dalam “Yusra dan Yumna”  adalah  menyangkut hubungan anak dengan orangtua atau keluarganya, termasuk juga pengasuhan pengganti.

Tersebutlah ”Yusra dan Yumna” anak kembar yang terpisah akibat bencana sebagai tokoh utama yang keduanya diperankan oleh Nikita Willy. Yusra dianggap kedua orangtuanya telah meninggal akibat terjangan tsunami. Peristiwa yang selalu membayang-bayangi sang ibu, Nirwana (Vonny Cornellya), atas perasaan bersalah dan perasaan kehilangan. Ia juga sering mengalami kehilangan kesadaran, termasuk ketika mengunjungi pantai dan memasuki lautan yang dianggap telah mengambil anaknya. Saat tenggelam, ia ditolong oleh Yusra, namun ia dalam posisi tidak sadarkan diri. Bersama suaminya, Rama (Teddy Syach) tentang saudara kembar tidak pernah diceritakan kepada Yumna.

Yusra, pada saat bencana berada dalam gendongan pengasuhnya, berhasil diselamatkan oleh  Eyang Layla (H. Nani Wijaya) yang kemudian memberi nama  Shira yang berarti bintang yang terang benderang. Ia diaku sebagai cucu, dan kepada Setia (Samuel Zylgwyn) diyakinkan bahwa Shira itu adalah adiknya.

Setia sendiri juga kehilangan orangtuanya. Sang Ibu tewas dalam bencana, sedang sang Bapak  yang bernama Arya kehilangan ingatan akan masa lalunya dan berganti nama sebagai Panji (Fathir Muchtar). Panji menikah dengan Desi (Moudy Wilhemina) tinggal bersama dua anaknya, Raka (Rezky Aditya) dan Julio (Kevin Julio).

Raka ternyata adalah anak angkat yang berusaha keras mencari tahu siapa Ibu dan Bapaknya. Sedangkan perkembangan kemudian terungkap pula bahwa Julio adalah anak angkat keluarga ini. Raka akhirnya bisa menemukan Ibu kandungnya yaitu Ani (Tia Ivanka) yang bekerja sebagai PRT di rumah Adrian (Bobby Joseph). Orangtua Adrian sendiri mengangkat seorang anak yaitu Greta (Gisela Cindy) agar bisa berperan sebagai Cindy, anak kandung mereka yang sempat masuk rumah sakit jiwa dan kemudian menjadi bernama Mila (Jessica Mila)

Ani, ibu kandung Raka tinggal bersama anak angkat bernama Ayu (Nimas Dewantary) yang selalu menyembunyikan identitasnya lantaran malu memiliki ibu sebagai PRT. Raka kemudian tinggal bersama ibu kandungnya. Ayu adalah teman satu gank dengan Carissa (Putri Titian) yang menjadi rival dari gank Yumna. Ia selama ini tinggal bersama ibunya, Wilma (Fera Feriska) yang menjadi single parents. Carissa juga selalu berusaha mencari tahu siapa ayah kandungnya.

Pada satu kesempatan ketika bermaksud mencuri, Ayu melihat foto Rama (ayah Yumna) di dompet ibunya Carissa. Ia  berjanji merahasiakan sehingga mendapatkan fasilitas dari Wilma. Wilma lalu menggantikan foto Rama dengan foto Haris (Primus Yustisio) atasannya, yang kemudian dilihat oleh Carissa lalu menganggap sebagai ayahnya.  Carissa  terus mengejar dan meminta pengakuan sebagai anak dari Haris, sampai kemudian muncul Krisna saudara kembar Rama (ayah Yumna) yang memposisikan diri sebagai Rama, mengakui Carissa sebagai anak kandungnya. (Kemunculan Krisna dalam sinetron ini tampaknya ingin memposisikan Rama sebagai sosok Bapak yang bijak dan mencintai anak-istrinya, hal mana ini sebenarnya tidak konsisten bila mengkaitkan pada episode pertama, ketika Rama mendatangi sekolah mendengar Yumna menyanyi dipanggung. Ia menentang kegiatan Yumna. Pada saat itu, Yumna terlibat keributan dengan rivalnya, Carissa, sehingga keduanya dipanggil menghadap Kepala Sekolah. Rama terlihat menunggu di ruang Kepala Sekolah hingga Wilma hadir, dan saat itu suara hatinya menyatakan agar Yumna tidak mengetahui tentang masa lalunya bersama Wilma)

Ketidaktahuan ini, menyebabkan  Carissa merasa bahwa ia juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama seperti Yumna. Selanjutnya Rama berhasil mengambil kembali posisi dirinya dan mengembalikan Krisna ke dalam penjara. Carissa tidak mengetahui hal itu dan tetap memandang Rama sebagai Bapak kandungnya.

Haris (yang pernah menikah dengan Desi dan Desi telah menikah lagi dengan Panji) seorang pemilik perusahaan rekaman yang membesarkan karier Putri Bintang (Yumna) memutuskan untuk mengakui Raka sebagai anaknya. Selama ini, Jono (Yadi Timo) yang bekerja sebagai sopir di rumah Yumna, sebagai suami dari Ani selalu menganggap bahwa istrinya telah selingkuh dengan Haris dan melahirkan anak haram, Raka. Ia sangat membenci Ani dan Raka.

Bagaimana anda membaca latar belakang dari sosok-sosok fiktif yang dihadirkan dalam mega sinetron Yusra dan Yumna tersebut? Sangat ruwet kehidupannya? Saya kira semua akan sepakat bila dikatakan anak-anak tersebut mengalami kehidupan yang ruwet. Anak-anak yang “hilang” sebagai bagian dari keluarga yang utuh. Pada setiap sosok, kita bisa menjumpai dalam kehidupan sehari-hari, tapi bila mereka saling berhubungan, itu terlalu absurd dan tidak mungkin bisa dijumpai dalam dunia nyata.

Bersandar pada latar belakang anak dan keluarganya sebagaimana diringkas di atas, tulisan ini mencoba mencermati persoalan tersebut dengan bersandar pada hak-hak anak, utamanya yang berhubungan dengan hak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan pengganti (bersambung)

Yogyakarta, 22 Maret 2012, menjelang pergantian hari

____________________________________________

Tulisan ini sudah diposting di SINI, namun dilakukan perubahan atau pengembangan ketika di posting di blog ini

Tulisan terkait:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: