Tinggalkan komentar

Ketika Saya Merasa Gagal

KETIKA SAYA MERASA GAGAL

Dua tahun belakangan, secara jujur saya merasakan kehilangan fokus. Banyak pekerjaan terbengkalai atau penyelesaian yang berlarut-larut. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap teman-teman satu tim atau mitra kerja yang saya kira “terpaksa” menahan kejengkelan

Keterlambatan demi keterlambatan penyelesaian pekerjaan seakan terus berulang. Secara nyata, saya sadar akan situasi yang bisa mempersulit diri sendiri pada perjalanan waktu ke depan. Tapi saya seakan merasa tiada berdaya.

“Deadline, menjadi musuh sekaligus sahabat,” satu pernyataan yang tepat kiranya. Pernyataan yang pada akhirnya menjadi kelakar diantara orang-orang yang mengalami nasib seperti saya.

“Menunda pekerjaan terus sih. Jadi bertumpuk deh pekerjaan,” kritik istriku.

“Ah, Bapak kebanyakan pesbukan dan ngeblog sih,” sindir anakku sambil tertawa.

“Mangkanya, tidak perlu tengok kanan-kiri. Fokus satu saja,” sindir seorang mitra kerja yang tentunya banyak menahan kecewa lantaran tagihan hasil kerja, selalu saja terjawab dengan janji belaka, selalu tertunda.

Saya kira tidak perlu membela diri. Sindiran atau kritikan itu pastilah ada benarnya pula.

“Mangkanya sadar diri, usia kita semakin bertambah tua, tidak selalu muda,” istriku mengingatkan ketika keluhan terhadap kesehatan mulai sering mengemuka.

“Melihat status selalu berhubungan dengan sakit di bagian kepala, hati-hati Mas, tapi semoga tidak apa-apa,” seorang kompasianer tiba-tiba mengirimkan message ke inbox di jejaring sosial. Pesan yang sangat terkesan dalam di hati saya hingga saat ini, tidak menyangka ada perhatian dari seorang sahabat. Itulah pesan dari Granito Ibrahim.

Saya akui saya merasa gagal melewatkan tahun 2011 dengan kecepatan dan ketepatan mencapai target-target yang telah ditetapkan. Ini jangan sampai berlarut, harus bisa diatasi di tahun 2012.

Beruntung secara perlahan beberapa pekerjaan akhirnya bisa terselesaikan, seperti laporan penelitian yang telah diterbitkan ke dalam tiga buku, yang pada akhir Pebruari lalu dilaunching di Yogyakarta.

Masih ada beberapa laporan yang harus segera diselesaikan dan harus segera diterbitkan. Semoga bisa mengejar ketertinggalan, termasuk pula mempersiapkan penyusunan beberapa buku yang sudah ditawarkan.

(he.h.eh.e.he.e tulisan curhat dalam catatan harian)

Yogyakarta, 14 Maret 2012

__________________________

Diposting di Kompasiana, klik di SINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: