1 Komentar

Dialog Tentang Perdagangan Anak

DIALOG TENTANG PERDAGANGAN ANAK

Dua hari lalu saya dikontak oleh Mbak Titik dari TVRI Yogyakarta meminta kesediaan untuk mengisi acara Dialektika yang menjadi bagian dari Berita Jogja. Tema yang diberikan adalah mengenai Fenomena Perdagangan Anak.

Biasanya saya selalu menghindar dan akan merekomendasikan kawan lain di SAMIN. Tapi beberapa kawan yang menguasai persoalan anak-anak sudah memiliki kegiatan sendiri-sendiri. Jadi, saya sanggupi saja.

Kemarin (15/3) sebelum pukul 17.00, saya sudah tiba di Stasiun TVRI Jogja di jalan Magelang. Ternyata Mbak Titik tidak bisa hadir dan meminta saya untuk menemui Ibu Ririn.

Di ruangan news center tampak beberapa orang sudah bersiap, termasuk Mas Ferry, si pembaca berita, yang akan mewawancarai.

Pada pemberitaan memang diangkat fenomena perdagangan anak. Saya mencermati berita itu.

Akhirnya tibalah saatnya. Saat jeda iklan, mulai bersiap di depan kamera dan melakukan sedikit diskusi dengan Mas Ferry. Waktu yang disediakan memang sangat terbatas, sekitar 15 menit.

Berikut ringkasan dari dialog dalam acara dialektika tersebut:

Hal yang penting untuk dipahami adalah mengenai definisi atau pengertian mengenai perdagangan manusia dan perdagangan anak. Acuan yang bisa digunakan adalah  Protokol Tambahan untuk Mencegah, membasmi, dan menghukum perdagangan manusia, Khususnya Perempuan dan anak-anak, sebagai tambahan atas Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perlawanan Kejahatan Trans-nasional Terorganisir (Tentang definisi atau pengertian perdagangan anak, klik di SINI)

Indonesia sudah memiliki Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UUPTPPO), sayangnya tidak ada pengertian tentang perdagangan anak. Ini berdampak pada kasus-kasus perdagangan anak harus memenuhi keseluruhan unsur (rekrutimen dan perpindahan wilayah, cara-cara untuk mendapatkan persetujuan dan tujuan ekpsloitasi). Hal mana pada  protokol Palermo, untuk mengidentifikasi perdagangan anak, tidak perlu memenuhi unsur cara mengingat anak belum memiliki informed consent.

Mensikapi kasus perdagangan anak, masih banyak pihak mencampur-adukkan antara perdagangan anak dan penjualan anak. Pada kasus penjualan bayi, itu lebih tepat disebut kasus ”penjualan”, bukan perdagangan anak karena tidak terdapat unsur tujuan eksploitasinya. Pada kasus prostitusi anak, tidak seluruh menjadi korban perdagangan, namun harus dilihat unsur yang memenuhi.

Di DIY, sejauh informasi yang diperoleh, belum ada penelitian khusus mengenai perdagangan anak. Sangat jarang (atau bahkan tidak ada) kasus perdagangan anak yang pernah terungkap di DIY. Namun bukan berarti tidak ada.

Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN), yang juga menjadi jaringan Indonesia Against Child Trafficking (Indonesia ACTs), aktif melakukan kampanye melalui pendidikan komunitas untuk menyarluaskan informasi mengenai perdagangan anak. Pemahaman ini penting sehingga masyarakat bisa lebih waspada terhadap indikasi terjadinya perdagangan anak. Sebagai misal, kasus perekrutan tenaga kerja anak yang untuk wilayah tertentu mungkin dianggap sebagai hal yang biasa terjadi, tapi sesungguhnya berpotensi terjadi perdagangan anak.

Penyebaran informasi mengenai perdagangan anak merupakan hal penting. Ini juga harus didukung oleh pemerintah untuk memberikan dukungan kepada anak-anak utamanya kemudahan akses pendidikan dan memfasilitasi pengembangan ekonomi keluarga.

Besar harapan bahwa kasus perdagangan manusia dan perdagangan anak tidak terjadi di DIY, dan ke depan kasus perdagangan manusia di Indonesia bisa tertangani dengan baik.

Yogyakarta, 16 Maret 2012

Iklan

One comment on “Dialog Tentang Perdagangan Anak

  1. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    http://www.jelajah-nesia.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: