1 Komentar

Kisah Toko Cinta (4)

KISAH TOKO CINTA (4)

Odi Shalahuddin

Cinta itu Buta”, kata Shakespeare dalam beberapa naskah dramanya. Idiom yang kemudian mendunia, dan kita termasuk di dalamnya yang pernah atau mungkin sering menggunakan idiom tersebut. Jutaan karya terlahir menggunakan idiom tersebut. Idiom yang menjadi judul film, buku, cerpen, puisi, dan berbagai karya lainnya.

Cinta, ah cinta. Apakah yang kau ketahui tentang cinta? Menjadi sulit rasanya untuk menemukan kesepakatan bersama atas pengertian tentang cinta. Cinta adalah rasa, sangat subyektif, semua orang memiliki cinta. Pengalaman-pengalaman pribadi yang terungkap, memaknakan cinta masing-masing. Karena itulah teramat kaya pengertian dan pemahaman tentang cinta. Belum lagi pemaknaan-pemaknaan yang tercipta karenanya.

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya
meskipun jalan yang harus kau tempuh keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merengkuhmu, serahkan dirimu padanya
meskipun pedang-pedang yang ada di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu

Teringat bait pembuka ketika Khalil Gibran bertutur tentang Cinta dalam bukunya yang best-seller, SANG NABI.

Teringat pula, saat berkumpul bersama kawan-kawan, sering menyenandungkan lagu ”Aku Ingin”.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu  

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada 

Ya, lagu yang dinyanyikan itu, liriknya menggunakan puisi Sapardi Djoko Damono (SDD), salah seorang penyair besar Indonesia. Musikalisasi puisi yang pertama kali tercipta oleh Ags Arya Dipayana pada tahun 1987. Berikutnya diaransemen ulang untuk sebuah film dan tercipta pula album lagu dengan menggunakan lirik SDD.

CINTA YANG AGUNG  

Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..  

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu..  

Apabila cinta tidak berhasil
…Bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..  

Tapi..ketika cinta itu mati..
kamu tidak perlu mati bersamanya  

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu 

menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh.. 

Ah, puisi itu, siapakah yang tak pernah mendengar Kahlil Gibran? Ya, puisi yang dibacakan adalah karya Kahlil Gibran, seorang penulis dunia kelahiran Libanon yang sejak umur 10 tahun sudah meninggalkan negerinya. Ia lebih banyak tinggal di Boston dan Paris.Karya-karyanya sangat digemari banyak orang.

Tapi, ah, mengapa ingatanku terjatuh pada syair-syair cinta di tengah kerumunan luas dengan gemuruh hiruk-pikuk beragam suara, di pagi ini, di kotaini? (bersambung)

Iklan

One comment on “Kisah Toko Cinta (4)

  1. Menarik sekali tulisan anda..
    blognya juga keren..
    oh iya..salam kenal sebelumnya…
    Saya kak Zepe. Saya pencipta lagu anak.
    lagu2 ciptaan saya banyak dipakai oleh guru2 TK dan PAUD…
    Semua karya saya , sudah saya publikasikan di blog saya.
    silakan berkunjung ke
    http://lagu2anak.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: