Tinggalkan komentar

Kisah Toko Cinta #1

KISAH TOKO CINTA #1

 Odi Shalahuddin

Tersebutlah Toko Cinta. Semula biasa-biasa saja. Aku sering melewati toko itu setiap pagi, ketika mengantar anakku sekolah. Letaknya di sebelah selatan, sudut barat perempatan jalan.

Toko itu, selama ini, menurutku sepi-sepi saja. Logo hati berwarna pink di sebelah tulisan Toko Cinta yang telah memudar, sama sekali tidak menggugah orang untuk berlama melihatnya. Etalase kaca juga menunjukkan barang-barang  yang tidak tertata dengan rapi. Dua buah moniquein berpasangan, juga tak begitu menarik perhatian orang untuk menikmatinya berlama-lama.

Walau tempatnya strategis, tapi sulit untuk langsung menuju lahan parkir yang sangat kecil. Kendaraan, kecuali dari arah Barat, tentu harus jalan berputar dulu. Aku sendiri, tidak pernah singgah, kecuali memperhatikan bentuk tokonya saat kendaraan terhenti lantaran traffick light memunculkan warna merah.

Toko yang tidak berbeda jauh dengan deretan ruko di kawasan ini ataupun di kawasan lain. Bangunan ruko-ruko yang tampaknya seragam di kota ini.

Tapi pagi ini, terlihat suasana yang ”sedikit berbeda”. Pukul 06.00 pagi lewat beberapa menitlah kiranya, sudah terlihat ada antrian menuju pintu Toko Cinta. Tidak begitu panjang, sekitar 20-an oranglah. Hal yang sangat biasa. Walau tidak mengetahui secara pasti jam toko itu dibuka, tapi di kota ini, ya rata-rata sekitar pukul delapanlah. Biasanya setelah mengantar anakku sekolah dan melewati jalan ini lagi, pasti deretan toko-toko di kawasan ini masih tertutup rapat.

Aku sempat memperhatikan agak lama. Kebetulan terhalang oleh lampu yang menyala merah. Hingga aku dikejutkan oleh klakson yang beruntun dari kendaraan di belakang.

Tampaknya bukan aku saja yang memberikan perhatian. ”Lagi krisis cinta,” demikian komentar anakku yang berada di boncengan. Kami tertawa. Kemudian melanjutkan perjalanan. Tanpa ada pembicaraan menyinggung toko Cinta itu. (Bersambung)

***

Catatan:

Ilustrasi gambar dari SINI

Cerita ini pernah diposting di Kompasiana dan Baltyra dan Cerpen Odi. Cerita yang kembali di posting di blog ini telah mengalami perubahan atau pengembangan. Semoga tetap bisa nyaman dibaca oleh kita semua. Salam cinta, jangan sampai terjual.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: