2 Komentar

Ketika Gadis Itu Hendak Menanggalkan Busananya

 KETIKA GADIS ITU HENDAK MENANGGALKAN BUSANANYA
(Cerpen Odi Shalahuddin)

Ketika gadis itu dalam sosoknya yang tengah membelakangi hendak menanggalkan busananya, sontak ratusan orang yang berada di sekitarnya berteriak: “Jangan!”

Gadis itu, spontan menoleh ke belakang dengan cepat, hingga rambut panjangnya yang masih basah berpencar, dan sebagian menutup wajahnya. Segera ia menyingkapkan ke belakang, agar pandang mata tak terhalang. Segera pula ia  memperhatikan satu persatu wajah orang-orang yang juga tengah menatapnya, dengan beragam ekspresi. Ada yang terpana hingga mulutnya terbuka, ada yang kemudian menundukkan kepala ketika saling bertatapan, ada yang melotot seakan hendak menerkam, ada yang langsung menyentuhkan dua jemari ke bibirnya sendiri lalu melemparkan kepadanya.

Gadis itu tersenyum, ”Mengapa?”

”Pokoknya jangan!” seseorang yang disusul oleh sahut-sahutan dari mulut yang lainnya. Tapi terselip pula komentar nakal, ”Jangan dihentikan,”, dan puluhan pasang mata saling menoleh mencari sumber suara. Saling memandang dengan penuh prasangka, menduga-duga, sosok manakah yang nakal berkomentar.

Gadis itu tersenyum lagi seraya menarik busananya ke atas namun semua orang di sana tahu bahwa sempat terlihat putih mulus bahunya yang licin bercahaya.

Gadis itu lalu melangkah dan hilang dari pandang ketika memasuki wing kiri panggung kecil di muka. Sebagai akhir dari monolog yang tengah dimainkannya.

* * *

Keesokan harinya, berbagai media ramai mengulas tentang penampilan gadis dengan beragam perspektifnya. Ada yang menilai, bahwa penonton sangat santun dan reaktif sehingga mampu mencegah sang gadis untuk melakukan perbuatan yang dinilai tercela. Ada yang menilai kehebatan sang gadis untuk memancing reaksi untuk membuktikan kebenaran moral yang didengung-dengungkan di kota ini. Ada yang mengecam panitia tidak waspada terhadap kemungkinan terjadinya penistaan terhadap perempuan.

Foto-foto ketika sang gadis menarik busana dan sempat memperlihatkan bahunya, juga beredar, merambah ke berbagai jejaring sosial dan blog-blog pribadi ataupun blog keroyokan.

Pada saat bersamaan, sang gadis tidak peduli dengan apa yang tengah terjadi, ia segera menanggalkan busananya yang memang harus dilakukan sekarang. Ia masih waras. Menyalakan shower, menikmati air hangat yang segera mencumbui tubuhnya.

13 Desember 2011

______________________

Ilustrasi dari SINI

Iklan

2 comments on “Ketika Gadis Itu Hendak Menanggalkan Busananya

  1. Jadi timbul pertanyaan, mengapa gadis itu hendak menanggalkan busananya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: