Tinggalkan komentar

Orientasi Misi Rahasia ke Planet Kenthir

ORIENTASI MISI RAHASIA KE PLANET KENTHIR
Odi Shalahuddin

Sebelum mengirim delegasi sesuai dengan perintah Pak presiden, dilakukan misi rahasia. Ini untuk mempelajari tentang budaya kenthir di planet kenthir. Sebagai modal bagi anggota delegasi agar tidak membuat kelakuan yang memalukan. Walaupun Planet Kenthir jauhnya minta ampun dari bumi, tapi sekarang ini, tidak ada yang berjarak dalam hal komunikasi. Sudah banyak alat komunikasi yang memberi kabar nun jauh di pelosok semesta, bertebaran di berbagai planet. Belum lagi website ”Yutub” yang benar-benar tidak bisa ditutup, dan menjadi media aternatif memberikan fakta tersembunyi dari berbagai peristiwa. Selain juga sebagai media provokasi.

Anggota Fraksi, lantaran sebagai wakil rakyat mendapat kehormatan sebagai Pimpinan dari Misi Rahasia. Sang Menteri urusan Pengembangan Keunikan Pribadi (MPKP), lantaran sudah menjadi pembantu presiden, maka dia menduduki posisi sebagai wakil. Satu lagi anggota pimpinan dengan melibatkan Menteri urusan Perempuan sebagai sekretaris.

Terpilihlah sepuluh orang terbaik sebagai anggota misi di negeri ini, dengan komposisi yang mempertimbangkan jenis kelamin. Ya, ini wujud dari penerafan keadilan gender yang sudah menjadi sorotan dunia yang tak bisa dibantah lagi. Bila mengingkari, maka bantuan bisa berakhir.  Empat laki-laki, empat perempuan dan dua waria sebagai anggota misi rahasia ini.

”Kami protes, ini pendistribusian anggota yang tidak adil,” kata salah seorang waria secara lugas kepada pimpinan misi.

Kalau bukan lantaran Misi Rahasia. Protes terhadap pimpinan bisa menjadi angka merah, lebih lagi bisa bersimbah darah, tertutup kemungkinan untuk menyerah. Pengampunan tidak ada di negeri ini.

Anggota Fraksi sebagai pimpinan tersenyum.

”Nah, ini sudah modal dari kekenthiran, lantaran kamu berani bicara begitu dengan pimpinan. Bisa dilanjutkan. Setidaknya dalam Misi Rahasia ini. Jangan dikembangkan sebelum ada pengumuman, karena kelakuan bisa dianggap subversib. Menanggapi protes dari kalian. Ini benar-benar sudah adil. Lantaran kalau mewakili keduanya, jadi hak kalian memang separo. Bukankah komposisi 4:4:2 merupakan komposisi yang manis. 2 di sini bisa berarti empat juga bisa berarti 5:5”

”Tapi,”

”Ok, kita lanjut. Kalian patut berbangga telah terpilih dari 250 juta rakyat negeri. Jadi kalian harus benar-benar memanfaatkan misi ini dengan sebaik-baiknya. Agar misi kita bisa berhasil dengan baik, maka kalian harus perhatikan dan masukkan ke dalam kesadaran kita dengan sebaik-baiknya:

  1. Penampilan kalian sama sekali tidak mencerminkan diri sebagai orang kenthir. Kalian layak disebut sebagai orang gila karena memakai pakaian compang-camping seperti ini. Orang-orang kenthir bisa mentertawakan kalian. Kenthir dan gila berbeda. Sama halnya gila dan kegilaan juga berbeda. Kenthir adalah ideologi. Merasuk dalam diri. Menyembul dalam kata-kata kenthir. Berlanjut pada tindakan kenthir yang seringkali melebihi orang waras karena cara berpikirnya melampaui batas. Jadi, segera kenakan pakaian seperti apa adanya. Perlente dengan jas, tidak mengapa. Jadilah diri kalian sendiri. Sekali lagi, ingat! Kenthir adalah menjadi diri sendiri, adalah sebuah ideologi, menyerap dan menyatu dalam diri. Paham? Bagus…..
  2. Berbahasa. Bahasa menunjukkan kepribadian. Nah, ini soal urusan sang Menteri (sambil melirik menteri yang matanya melototi dua waria berpakaian nan minim). Pada intinya, ideologi melampaui batas adalah ciri khas orang kenthir. Berkatalah tanpa tedeng aling-aling. Katakan crot bila ingin crot… Katakan lendir bila ingin katakan lendir. Katakanlah apa yang hendak kau katakan. Sesungguhnya bahasa tidak memiliki kelas ataupun kasta. Bahasa lahir dari kebutuhan sebagai alat komunikasi. Tapi sebagai manusia, seringkali untuk menunjukkan kelas, bahasa-pun dibuat berkelas. Sebagai orang beradab, diperhalus bahasa. Seandainya bahasa adalah manusia juga, mungkin ia bisa protes dan melakukan mogok berbahasa. Kita sudah sering dikacaukan oleh sekolah-sekolah kepribadian (Nah, ini salahnya sang Menteri yang membuka bisnis sekolah kepribadian) yang mengajarkan kita untuk menjadi orang lain. Bayangkan, orang-orang harus membayar mahal untuk menjadi orang lain. Makan ada aturan. Berjalan ada aturan. Berfoto ada aturan. Semuanya diatur. Sehingga manusia dijauhkan dari kemerdekaannya. Ini sangat bertentangan dengan ideologi Kenthir yang berusaha keras menjadi dirinya sendiri. Tanpa basa-basi. Paham?
  3. Tindakan. Bertindaklah apa yang kalian kehendaki. Jangan malu bila kebelet, langsung ngacir ke kolam terdekat. ”Plung” bisa menjadi musik. Apa yang dikeluarkan menjadi santapan ikan. Jangan gelisah dan menahan, lantaran tak ada  toilet duduk nan bersih. Itu bisa menyiksa kalian dan mengingkari kemerdekaan kaum kenthir. Paham?

Sebelum kalian diberangkatkan. Akan ada praktek lapangan terlebih dahulu. Ber-kenthir rialah dengan kemerdekaan kalian. Bila kalian dianggap orang kurang waras karena nilainya berbeda dengan nilai-nilai yang ada di negeri ini, maka kalian sudah lulus ujian menjadi bibit kenthir. Paham?”

Orientasi pertama, selesai. Bubar jalan!”

”Siap! Laksanakan!!!” sepuluh orang berdiri, memberi hormat kepada pra pimpinan di meja depan.

”Goblok! Kalian masih belum merdeka! Masih sok disiplin! Ayo merdeka, bebaskan dirimu, kenthirkan seluruh jiwa ragamu,”

Maka, 10 orang dengan beragam tingkah lahir. Ditambah tiga orang pimpinan yang masih malu-malu mengikuti kata hatinya……

Yogyakarta, 26 Mei 2011

__________________________

Tulisan yang dibuat dalam event Pelinthir yang diselenggarakan oleh Planet Kenthir, sebuah komunitas di Kompasiana. menulis atas ajakan dan bujukan Tante Paku…

Komentar-komentar di Kompasiana:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: