Tinggalkan komentar

Rapat Paripurna #2

RAPAT PARIPURNA #2
Oleh:  Odi Shalahuddin

Desa Rangkat dalam imajinasi

Pengumuman yang dibaca oleh Sekdes Acik sama sekali tidak memberi informasi yang memadai. Ketika ditanya, Bu Sekdes juga hanya melongo dan baru tersadar bahwa informasi yang dibacakannya tidak lengkap. Tapi memang begitulah naskah yang diterimanya. Naskah yang diserahkan oleh Sang Komandan Hansip, Bung Hans, yang ditemani oleh Sang Pembina Hansip. Bung Hans menyatakan ada titipan dari bagian administrasi di Balai Desa. Begitu menerima, Bu Sekdes merasa ia harus membacakan kepada peserta pertemuan dimana ia hadir mewakili Pak Kades yang tengah berada di pulau sebrang. Tanpa mengecek ulang, ia langsung membacakan. Ketika hujanan pertanyaan diajukan, ia benar-benar melongo. Tidak tahu mau menjawab apa. Memandang Bung Hans & Pak TD, mereka juga hanya mengangkat bahu. Pengumuman telah dinyatakan, segeralah beredar, seperti situasi yang sekarang terjadi.

Mommy memang menjadi buruan utama. Sebagai istri Kades, tentunya dinilai mengetahui tentang agenda dari Rapat Paripurna dan kapan acara tersebut akan dilangsungkan. Mengetahui gosip-gosip dan pemberitaan baik dari TV Rangkat ataupun dari Radio Rangkat, Mommy sudah bisa memastikan bahwa ia akan menjadi buruan, maka ia segera mencari tempat persembunyian yang aman. Bukan apa-apa. Ia juga tidak tahu apa-apa. Ia tidak hadir dalam pertemuan. Ia tidak melihat fax yang dikirim Pak Kades dan telah diserahkan ke Bu Sekdes, yang langsung dibacakan. Mencoba menghubungi Pak Kades melalui HP tidak pernah berhasil. Ya, ia bisa maklum lantaran Pak Kades berada di daerah pedalaman di mana sinyal terengah-engah untuk sampai pada alat elektronik yang sudah sangat familiar ini. Membuka FB, tidak ada status atau komentar dari Pak Kades, sehingga bisa dipastikan ia memang benar-benar berada di pedalaman. Bukan tengah berada di kota Kabupaten yang memungkinkannya menelpon dirinya. Ataupun berselancar.

Tempat persembunyian paling aman adalah tempat yang tidak mungkin terduga oleh orang-orang, demikian pikir Mommy. Maka ia tidak memilih tempat para petinggi desa ataupun dusun. Juga menghindari rumah-rumah para tokoh masyarakat. Ia benar-benar harus mencari tempat yang aman, nyaman, sekaligus berupaya dengan tenang untuk menghubungi suaminya guna memperoleh kejelasan. Hal yang sama pastilah dilakukan oleh para aparat Desa.

Seperti ditayangkan di TV Rangkat, kerumunan orang di depan rumah Kades telah meluber kemana-mana hingga sampai depan balai Desa, hingga memenuhi tempat parkir Warung Kopi Bung Budi van Boil, warung gado-gado Jeng Herlia, bahkan meluber pula hingga pekarangan SD Rangkat. Seluruh warga dari berbagai dusun telah hadir guna mendapatkan penjelasan secara langsung. Media tidak memuaskan dalam memberikan informasi. Padahal, semua memang sama-sama bingung karena tidak bisa mengkonfirmasikan kepada sumber pertama,  Pak Kades. (bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: