1 Komentar

Namaku Rakyat

NAMAKU RAKYAT
Odi Shalahuddin

Namaku rakyat
Tiada pernah berkarat
Walau terus dibuat sekarat
Oleh engkau wahai para keparat

Sebab rakyat adalah jutaan jiwa yang terus bertumbuh
sering terdiam melihat penguasa dan pengusaha bersetubuh
Tapi bukan tidak tahu menyaksikan engkau yang tak punya rasa malu
Selalu tercatat dalam lembaran hitam pekat dengan darah yang melekat kuat

Rakyat adalah irama kesabaran bukan tanpa batas
Engkau yang termabuk, lupa diri dan memainkan senjata yang telah terlepas
Lalu menembak lautan, hutan-hutan, dan lahan-lahan subur
Mengorek dan mengocok perut ibu pertiwi yng semakin terkulai
Ah, engkau, betapa rakus dan durjananya
rakyat mencatat dalam lembaran hitam pekat dengan darah yang melekat kuat
Rakyat, yang menjadi penggerak membangun kehidupan
Kesetiaan menanam padi dan palawijaya walau tanah telah mengeras
Kesetiaan menyapa lautan dan hadirkan ikan-ikan terhidang di meja-meja
Merayapi hutan-hutan dan mengambil sesuai kebutuhan
Membangunkan mesin-mesin yang bekerja berirama

Rakyat adalah pembangkit
Tanpa rakyat Negara tak akan tegak

Maka betapa kecewa dan berusaha menyapa
Ketika engkau seenaknya saja membuat peta-peta
Membagi kue-kue diantara kalian tanpa mau tahu ada rakyat hidup di dalamnya
Lantas, mengapa kekerasan yang meraja sebagai jawabnya?

Rakyat adalah mesiu yang siap terbangkitkan
Pada batas-batas kesabaran yang terlampaui
Tunggulah saat ketika mereka bertindak
Menjadi gelombang yang mampu meluluh-lantakkan kekuasaan kalian

Yogyakarta, 17 Desember 2011

_______________________________

One comment on “Namaku Rakyat

  1. kenapa musti dengan tipografi semcam itu, odi… kok perasaanku jadi kenes, ya…. he he he met pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: