Tinggalkan komentar

Betapa Sengsaranya Dirimu yang Tak Mengenal Tanah

Betapa sengsaranya dirimu yang tak mengenal Tanah
Odi Shalahuddin
 

dari tanah, kembali ke tanah. persetubuhan atas nama apa. telah membuahi. lengkingan pertama menyapa dunia. engkaulah itu manusia. anak-anak yang terlahir, dari waktu ke waktu. di segala penjuru.  muka bumi.

dari tanah. kelangsungan hidup dipertahankan. para petani yang menanam padi dan palawija serta sayur mayur. kendati sering dilupa, tapi tetap setia. keterpurukan mendekatkan pada kehidupan yang buruk, dari tanah yang semakin mengkerut, tetap hadirkan semangat hidup dalam aroma panenan yang bergerak dari desa ke kota-kota.

ah, engkau. anak-anak yang tak memiliki desa. dalam kebodohan tak bisa bedakan antara ilalang dan tanaman padi. pastilah tak tahu pula”ceplukan” yang tumbuh pada masa tanam kacang. kisah bagaikan dongeng  dirasa, saat bertutur tentang anak-anak penggembala yang tengah memainkan game dalam hp, berlarian dalam lumpur tanah sawah atau pada pematangnya dengan irama gemericik air serta gesekan alam dari rumpun pohon bambu.

ah, engkau. anak-anak yang hidup dalam apartemen ataupun kondominium dengan beragam fasilitas mall yang menyatu. tentu tak pernah berpikir tentang sesuatu mengenai asal segala bahan pangan yang bisa menghidupi kecuali betapa lembaran-lembaran mata uang telah menjadi tuhan ketika menikmati segala kenikmatan.

ah, engkau. bisa pula tak pernah menginjakkan kaki di tanah sepanjang hidup. bahkan banyak melayang pada ruang-ruang lantai kesekian dari pembaringan yang meninabobokan malam tanpa bulan dan gemerlap bintang. ketika turun, tanah-tanah telah terlapisi aspal sehingga lapis sepatumu-pun tak sentuh tanah. bergerak dalam bus ataupun mobil pengantar-jemputmu. sekolahpun sama nasib, tak ada tanah yang bisa dipijak kecuali taman-taman kecil yang bisa pula jarang engkau menjenguknya. bermain degan jemari yang terasa memiliki mata untuk mengetuk angka dan huruf-huruf, senantiasa berkabar pun dalam ruang kelas. atau menyaksikan dunia tanpa batas. tapi pernahkah engkau rindukan sesekali menginjak tanah?

ah, betapa sengsara hidupmu, apabila engkau sama sekali tak mengenal tanah. Dan tergagap ketika harus bercerita tentang isi bumi. lalu mencari dan bertanya pada mbah google sang maha tahu di dunia ini. dengan ketikkan tanah. terhampar berbagai kisah yang mungkin pula banyak yang engkau tak pahami. tapi bila inipun tak mampu menggerakkan. sungguh, sungguh sengsara hidupmu. tak bisa merasakan getaran tanah, aroma tanah berwarna dalam ragam rasa.

ah. adakah?

Yogyakarta, 25 november 2011

_______________________________

Terposting di Kompasiana, klik di SINI. Ilustrasi foto bersumber dari SINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: