Tinggalkan komentar

(puisi) Berkorban

BERKORBAN

Darah
tumpah
pada tanah
yang telah basah

 

mata sayu
tunggu giliran

ini pengorbanan
atau dikorbankan
sama saja

demi perjalanan
para manusia diingatkan

ayo, jangan segera lupakan
tak perlu tunggu tahun depan
para tetangga butuh bantuan
jangan berpura, hilang sekelebatan

ayo, terus berkorban
setelah harta terus ditingkatkan
sungguh, jangan sampai hilang ingatan
kelak engkau diminta pertanggungjawaban

Yogya, 6 November 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: