Tinggalkan komentar

Anti Luar Negeri

ANTI LUAR NEGERI
Odi Shalahuddin 

Anti luar negeri, ini sering dikumandangkan oleh beberapa kelompok untuk menyerang kelompok-kelompok lainnya. Saya sih sepakat-sepakat saja, asalkan kita bisa konsisten, dan mampu bertahan menjaga dan melarutkan kesadaran diri untuk membangun di atas sumber daya dan kemampuan diri. Tapi persoalannya, “anti luar negeri” hanya sekedar menjadi jargon politik belaka.

Siapapun ia, entah dari kelompok agama, LSM/Ornop, kelompok mahasiswa, jurnalis, anggota dewan,  pejabat negara, sering tidak terbukti konsistensinya. Pada mulut ia bicara anti luar negeri, tapi bernafsu untuk bisa ke luar negeri. Atau malah sering keluar negeri. Lantas berbangga karenanya, sebab pernah ke luar negeri. Astaga !

Saya teringat tentang kenakalan seorang kawan saya, ketika kami melatih para guru-guru TPA di wilayah Muntilan-Magelang mengenai hak anak. Beberapa peserta menunjukkan  antipatinya terhadap luar negeri. Kawan saya, tanpa saya duga, lantas membuat pernyataan kepada para peserta. ”Kalau anda anti luar negeri, maka nerakalah tempat kalian!”

Peserta pun ribut. Protes. Kawan saya tersenyum. ”Lha, anda sebagai muslim, apa itu tidak berasal dari luar negeri?”

Semua terdiam. Kawan saya melanjutkan. ”Kita sering membuat pernyataan tanpa kita memahami makna apa yang kita katakan,”

Anti luar negeri. Saya sepakat-sepakat saja. Tapi mari bersikap konsisten. Kita lepaskan hrufu-huruf dan angka-angka latin, karena dia bukan berasal dari Indonesia. Kita lepaskan ukuran jarak, tinggi, berat, karena ia bukan asli dari Indonesia. Kita lepaskan berbagai teknologi yang telah lekat dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti televisi, HP, komputer, internet, dan lain-lainnya, karena ia produk luar negeri. Apakah kita siap?

Masalahnya  bukanlah anti luar negeri, tapi bagaimana kita bisa menjaga keseimbangan atas tatanan pergaulan internasional dengan menunjukkan harga diri kita sebagai bangsa dan negara. Bukan untuk kepentingan politik yang biasanya disusupkan para penguasa untuk membungkam kelompok tertentu.

Ini pula yang terjadi untuk mensikapi tentang persoalan-persoalan Hak Asasi Manusia.

Anti luar negeri? Ayo…. Siapa takut? Berani memulai?

—————-

Catatan menjelang kantuk menyerang…
Yogyakarta, 26 November 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: