Tinggalkan komentar

Tidak Ada Persoalan Serius di Negeri Ini

Tidak Ada Persoalan Serius di Negeri Ini 

Odi Shalahuddin 

Tidak ada persoalan serius di negeri ini? Sungguhkah? Bukankah banyak kasus yang terjadi? Malah kasus-kasus besar yang menggegerkan. Ah, pasti anda tidak serius dengan pernyataannya.

Kasus-kasus pelanggaran HAM banyak yang belum selesai. Artinya masih ada yang mempersoalkan. Siapa pembunuh Munir sesungguhnya, sampai sekarang belum terungkap. Di mana nasib 13 orang hilang, juga tak ada kabar beritanya lagi. Ada kasus Bank Century yang menggegerkan jagat Indonesia yang berbulan-bulan menggerakkan orang-orang untuk turun ke jalan, dan para praktisi serta politisi mulutnya berbuih-buih, inipun seperti terlipat dalam laci.

Sekarang saja, kembali kita digegerkan oleh kasus Mafia Hukum, kasus penggelapan pajak, 18 kebohongan pemerintah, dan masih berjejer berbagai persoalan seperti halnya berjejer pulau-pulau yang membentuk Indonesia. Lah, bagaimana anda bisa mengatakan tidak ada persoalan serius di negeri ini?

Oh, paham saya. Benar. Boleh juga. Bila kita menganggap ada persoalan serius, maka itu harus segera ditangani. Diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi persoalan tersebut. Bila persoalan terus berkepanjangan, menunggu bangsa ini melupakannya, digantikan lagi dengan persoalan-persoalan baru, yang akan sama nasibnya, maka persoalan itu tidak pernah dianggap sebagai persoalan serius. Persoalan yang ramai dipergunjingkan, diperdebatkan, mengerahkan potensi, biaya, tenaga dan waktu, serta melibatkan berbagai media, akademisi, pengamat politik, politisi dan wakil-wakil pengelola negara, bisa ditempatkan sebagai barang mainan. Menjadi dinamika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Ah, maksud anda begitu? Boleh juga. Jadi, memang tidak ada persoalan serius di negeri ini. Yang ada adalah persoalan-persoalan yang menjadi barang mainan. Seperti anak-anak, kalau sudah bosan mainannya dimasukkan kotak. Lalu mencari mainan baru yang lebih mengasyikkan. Kadang kangen, keluarkan lagi dari kotak untuk dimain-mainkan. Begitu seterusnya. Jadi, memang tidak ada persoalan serius di negeri ini.

Bila begitu cara berpikirnya, maka buat apa ada wakil rakyat, ada presiden beserta para mentri dan pejabat negara, ada birokrasi dari tingkat atas hingga tingkat bawah? Negara menjadi barang mainan.

Padahal sungguh, banyak orang berpikir serius untuk membangun bangsa ini. Menyelesaikan satu persatu persoalan yang ada. Membangun keadilan dan kesejahteraan bersama. Mengapa tidak segera kita ganti saja? Ganti dengan kaum muda, biarlah para orangtua beristirahat menikmati hari tuanya. Kaum muda, biarlah bereskpresi membangun Negara. Kaum muda yang bergairah dan berani membuat perubahan-perubahan radikal. Siapa tahu malah bangsa dan negara ini bisa menjadi lebih baik. Main-main dengan ratusan juta nyawa, ah sunggu perbuatan sang durjana…

Yk. 21.01.11

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: