Tinggalkan komentar

Siapa Perekam Video

Oleh:  Odi Shalahuddin

Negeri Angin geger.

Seorang Mentrinya ketangkap kamera tengah mengutil sebatang coklat di sebuah toko swalayan yang tidak terlalu terkenal yang berada di pinggiran kota. Cilakanya, rekaman itu diupload ke sebuah situs. Diberi judul “Mentri Ngutil”. Maka tidak membutuhkan waktu lebih dari satu hari, berbagai pemberitaan Online langsung menjadikannya Headline. 25 stasiun televisi swasta menampilkannya dalam breaking news dan teks berjalan. Lima stasiun yang mengkhususkan diri pada televisi berita, berulangkali menayangkannya. Mungkin lebih dari 10 kali pada hari ini, saat belum genap 12 jam rekaman video itu terposting.

Negeri angin benar-benar geger.

Pemerintah terasa mendapatkan tamparan keras. Rakyat yang sudah jengah dengan berbagai persoalan negeri, merasa mendapat ruang atau kesempatan untuk menampilkan ekspresinya.  Protes mengalir deras. Selepas siang, berbagai aksi berlangsung di berbagai penjuru negeri. Diikuti oleh berbagai kalangan. Dari yang serius sampai aksi komedi.

Negeri Angin geger, pemerintah merasa dipermalukan.

Apa kurang gaji mentri Negeri Angin sampai perlu mengutil sebuah coklat?” suara seorang anggota jejaring sosial pada account satu televisi yang ditayangkan titelnya di televisi itu juga ketika berlangsung dialog membahas kasus tersebut yang melibatkan psikolog terkemuka Negeri Angin, Juru Bicara Kepresidenan, Lembaga Negara Independen urusan Permalingan, pengurus LSM Anti Maling dan seorang selebritis muda yang pernah tersangkut kasus pengutilan yang bertobat dan menjadi aktivis sosial keagamaan.

”Kerjaannya memang menjilat coklat, tak mengherankan ia terpilih sebagai Mentri.Bagaimana nasib Negeri Angin ini kalau Mentrinya saja sudah tertangkap basah mengutil,”  teriak seorang pimpinan teras partai oposisi bersatu. ”Sebelum penetapan kabinet sudah diingatkan, jangan cari Mentri yang suka menjilat-jilat. Sekarang terbukti, bagaimana sikap presiden, kita tunggu saja. Ini sungguh memalukan. Kita harap presiden tidak boleh meragu mengambil keputusan,”

Para orangtua Negeri Angin ikut-ikutan geger. Anak-anak mereka yang biasanya suka nonton kartun dan sinetron tiba-tiba saja tekun mengikuti berita. Berita tentang Menteri Pengutil Sebatang Coklat. ”Mama, Mama, Mama, Upik nanti bisa jadi Mentri ya, Ma? Bukankah Upik suka menjilat-jilat coklat? Bener loh, Ma. Walau Mama melarang, Upik sering mencuri kesempatan menjilat coklat,”

Para pelayan toko swalayan gemetaran.

Puluhan polisi mendatangi tempat kerja mereka. Memasang police line. Artinya mereka tidak bisa bekerja. Semuanya diinterogasi oleh petugas Kepolisian yang langsung berasal dari Markas Besar. ”Gambar itu bukan dari cctv kami. Bukan pula dari rekaman kamera video seluruh karyawan di sini. Milik kami masih aman, sekarang sudah dipegang pemilik toko,” kata Kepala Keamanan Toko.

Konferensi Pers Markas Besar Kepolisian.

” Kita harus menyelidiki secara mendalam dan harus bersikap hati-hati agar tatanan kehidupan sosial politik tidak terguncang. Kepentingan umum harus didahulukan. Perekam video harus bisa ditemukan,”

”Perekam video harus ditemukan. Kepolisian harus bisa mengungkap apa motif dari perekam video tersebut. Perbuatannya telah mengguncangkan perpolitikan kita. Hal ini tidak bisa dibiarkan. Ia harus mempertanggungjawabkannya,” anggota parlemen dari unsur partai berkuasa.

Negeri Angin benar-benar geger. Sungguh. Ini adalah kabar angin. Kabar yang menyebar dengan cepat seiring angin berhembus. Siapa perekam video? Ya, siapa? Soal coklat, soal mentri mengutil, justru terlupakan.

”Inilah bukti kebebasan menggunakan kamera yang kebablasan. Kami akan mengkaji kembali Rancangan Undang-undang Pengaturan Penggunaan Kamera dan Penyebaran Hasil,” mentri komunikasi dan informasi menjelang rapat kabinet.

Sekarang, presiden lagi memimpin rapat kabinet. Masih berlangsung. Hasilnya, kita tunggu saja…

11.02.11 pkl. 11.21

Sumber Foto dari SINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: