Tinggalkan komentar

Sanggar Akar Tetap Gemakan Suara bagi Anak-anak Indonesia

Salah satu pementasan Sanggar Akar di Goethe Haus (foto Jodhi yudhono)

Sanggar Anak Akar, nama sebuah kelompok anak pinggiran di Jakarta ini, tidaklah asing bagi para pemerhati anak, aktivis pro-demokrasi, dan saya kira juga tidak asing lagi bagi publik.

Intensitas memperjuangkan hak-hak anak bagi kaum pinggiran di Jakarta, dan berbagai kegiatan kreatif yang menghasilkan berbagai karya utamanya dalam kesenian, seperti musik dan teater, tidak saja berbicara pada ruang-ruang publik di jalanan ataupun pada aksi-aksi demonstrasi, melainkan juga telah memasuki gedung-gedung kesenian, dan juga istana. Berulang kali kelompok musik hadir dalam acara di setasiun televisi swasta. Beberapa kali pula anak-anak di Sanggar Anak Akar ini turut berperan dalam film layar lebar.

Saya yang pertama kali mendengar kiprah Sanggar Anak Akar pada tahun 1996 dalam sebuah tulisan mengenai situasi anak jalanan di jakarta, dan selanjutnya sering mendengar tentang aktivitas mereka dari para aktivis pendamping anak jalanan, aktivis organisasi non pemerintah pro-demokrasi dan juga dari anak-anak jalanan khususnya di Semarang dan Yogyakarta yang sering berinteraksi dengan mereka, pada akhirnya diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dalam sebuah kegiatan.

Sanggar Anak Akar menjadi Host Organization bagi penyelenggaraan Konsultasi Anak yang melibatkan berbagai kelompok anak jalanan di Jakarta untuk mengungkap situasi dan pandangan-pandangan mereka untuk merespon Laporan Indonesia Periodik Ketiga dan Keempat atas Pelaksanaan Konvensi Hak Anak periode 1997 – 2007 yang diserahkan ke Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kegiatan yang dilangsungkan pada 23-25 Januari 2009 ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan serupa yang melibatkan berbagai kelompok anak di Indonesia yang dilaksanakan oleh Koalisi Nasional Ornop Pemantau Hak Anak yang mempersiapkan diri untuk menyusun laporan alternatif

14 anak sangat antusias mengikuti acara ini. Selama tiga hari mereka terbuka dalam menceritakan berbagai pengalaman di jalanan, dan dengan kemampuan yang mengejutkan mereka juga mampu mengemukakan pandangan-pandangan mereka terhadap situasi yang dialami, harapan-harapan mereka di masa depan dan rekomendasi mengenai langkah-langkah yang seharusnya dilakukan oleh Negara.

Satu catatan saat acara ini ada satu anak ang ternyata tidak mendapatkan ijin dari salah satu orangtuanya yaitu oleh Ibunya, walau sang Bapak telah memberikan ijin ketika pendamping mengunjungi rumah mereka. Sang anak tetap nekat hadir, dan selesai pada hari pertama, ia dijemput dengan kekerasan. Pendamping Sanggar Anak Akar dengan cepat mengunjungi rumah anak dan berdialog dengan kedua orangtua mereka, agar anak tidak dipersalahkan. Pada sisi lain, ketika dua hari berikutnya anak tersebut tidak mengikuti, para peserta memutuskan diantara mereka tetap akan memberikan informasi tentang proses dan hasil yang didapatkan. Di sini saya melihat kecepatan merespon situasi dan adanya solidaritas antar anak yang sangat tinggi. Tentu ini merupakan modal yang berarti bagi kemajuan bersama. Terpikir, seandainya, semangat solidaritas ini menjadi bagian dari kehidupan bangsa, tentu kesejahteraan akan dapat segera dicapai.

Kini, di bulan ini, Sanggar Anak Akar telah memasuki usianya yang ke 17 tahun. Bila diandaikan sebagai manusia, dan mengacu kepada KHA, ini tahun terakhir ia menjadi anak-anak.Tapi bila mengacu kepada kepemilikan kartu identitas kependudukan yaitu KTP, maka ia telah dianggap sebagai manusia dewasa. Namun, sebagai organisasi, terlebih organisasi anak-anak, rentang waktu 17 tahun merupakan perjalanan yang panjang. Tampaknya sangat jarang (atau bahkan bisa dikatakan tidak ada yang menyamai reputasi ini) sehingga tidak berlebihan apabila kekaguman dan penghargaan ditujukan kepada mereka.

Selamat ulang tahun Sanggar Anak Akar. Tetaplah dengan semangat melahirkan berbagai kreativitas dan menggemakan suara bagi kepentingan anak-anak Indonesia…. Kalian pasti bisa!

Odi Shalahuddin
Yogyakarta, 10 November 2011

Catatan: Tulisan yang dibuat untuk buku Sanggar Anak Akar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: