Tinggalkan komentar

(puisi) Suatu Saat Pesta Pasti Akan Dihentikan

Suatu Saat Pesta Pasti Akan Dihentikan 

ketika hati telah membatu
ganti meraja segenap nafsu
menghitung hari mencatat buku
membayang angka terus memburu

bila saja pada kuasa
lampu merah tanda bahaya
uang rakyat banyak tercegat
pada segenap pintu tawar meloncat

santap malam, penting bualan
atau bahkan setengah ancaman
proyek terberi, jangan lupa tentang komisi
bila terinpeksi, jangan telat bagi rejeki

berpestalah, para pengusaha dan penguasa
janganlah lupa, makelar-makelar di sekelilingnya
bagaikan pasukan tikus menyerbu lahan-lahan basah
menyelinap cepat, tatkala dengar suara
peka, sayang bisa dikata: PENCURI
ah, bukan, PERAMPOK
ah, apa ya, tepatnya?

ya, pada merekalah kita banyak berharap
tentang kelola membangun sejahtera bangsa
tapi selalu saja hati kita terluka
tatkala amanat kerapkali terlupa
hingga terlahirlah drama-drama
tentang pion-pion yang dikorbankan
tanpa mampu menyentuh para hiu yang terus saja berpesta

sampai saat:

ketika hati telah menyatu
bergandeng tangan hantam beku
mengalir bagai air ke segenap penjuru
menjadi gelombang terus menyapu

Sungguh, itu tentu bukan harap semu
Jadi, janganlah cepat jemu

Ayo minum jamu!

Yogyakarta, 25 Oktober 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: