Tinggalkan komentar

Perempuan Berlin Bersama Anak Jalanan Semarang

Gie

Oleh:  Odi Shalahuddin

Pada saat workshop bersama para pelajar yang tergabung dalam Forum Anak Anti ESKA Semarang, terlihat ada sosok yang tengah  menyimak benar kisah yang dilontarkan oleh anak-anak itu mengenai pengalaman mereka menyusuri lokasi-lokasi yang diindikasikan sebagai tempat anak-anak yang dilacurkan. Saya sendiri baru pertama kali melihat sosok tersebut

Pada saat istirahat, ia datang mendekatiku. “Kita belum kenal ya,” sambil menjulurkan tangannya disertai senyumnya yang renyah.

“Oh, ya. Saya Odi,” sahutku cepat sambil menyambut uluran tangannya.

“Gie,”

“Wah, saya kira sudah saling kenal. Jadi tidak dikenalin. Belum pernah ketemu toh?” komentar Ketua Harian  Yayasan Setara, yang memiliki hajat acara ini.

“Ya, baru sekali ini bertemu,” kataku

“Padahal dia sudah satu tahun loh jadi relawan di Setara,”

* * *

“Nama saya Gesine Lieberknect. Kawan-kawan di Setara memanggil saya “Gie” sedangkan kawan di Kampus biasa memanggil saya “Yem”. Terserah deh saya mau dipanggil apa,” katanya sambil tersenyum.

Ya, sebut saja Gie. Perempuan asal Jerman yang dilahirkan di kota Berlin 25 tahun lalu, anak pertama dari dua bersaudara. Oh, ya, penting kalau di sini, diketahui tentang bintangnya. Biar kamu bisa meramal tentang dirinya. Ia berbintang Virgo, dan berada pada barisan ekor. 22 September tepatnya, ya, itulah tanggal kelahirannya.

Bersama anak dan personil Setara

Pertama kali ke Indonesia, ketika ia harus melakukan praktek lapangan dari studinya di Ev. Fachhochschule Berlin (EFB). Seorang kawannya memiliki kontak di beberapa negara Asean, namun menyarankan untuk memilih Indonesia saja. Ia pun setuju. Tibalah ia di Kota Semarang. Ia magang di Puskesmas Karang Ayu.

Persentuhannya dengan orang-orang di Indonesia yang terkenal ramah, juga pesona keindahan pemandangan alamnya ketika ia menyusuri berbagai wilayah di Indonesia, membuat ia memutuskan untuk melanjutkan studinya di Indonesia. Ia pun mendaftar ke Fakultas Kedokteran UNDIP, memilih bidang studi Kesehatan Reproduksi.

Kembali ke Berlin, menyelesaikan S1-nya dengan skripsi berjudul ”Peranan Islam dalam Kesehatan Reproduksi,” ia kembali ke Semarang.

Kedatangannya yang kedua, ia tertarik dengan dunia anak jalanan. Ia mencari dan bertanya kepada Mbah Google tentang lembaga-lembaga yang bekerja untuk anak jalanan di Semarang.

”Dari situlah saya mengenal Yayasan Setara,” katanya.

Berkunjung ke Yayasan Setara, diterima dengan baik, diterima pula keinginannya untuk magang. Ia pun mulai terlibat dalam kegiatan-kegiatan Yayasan Setara, mengunjungi berbagai lokasi kegiatan anak jalanan, dan kemudian membuat kursus bahasa Inggris untuk anak jalanan yang berada di kawasan Pasar Johar dan di Kampung yang menjadi basis tempat tinggal anak jalanan di wilayah Ndelikrejo.

”Saya prihatin mengapa banyak anak-anak putus sekolah. Juga saya prihatin melihat anak-anak perempuan sudah menikah dan punya anak pada usia yang sangat muda,” katanya memberikan pandangan berdasarkan pengalamannya di lapangan.

Lantas, harapanmu terhadap masyarakat Indonesia?

”Masyarakat harus peduli dengan anak jalanan. Buka mata dan hati. Pemerintah juga harus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk menyelesaikan pendidikannya,” demikian harapan yang dikemukakan.

Nah, kalau Gie, seorang yang asalnya dari jauh, perempuan yang cantik saja mau turun ke bawah, bergaul bersama anak-anak jalanan, mengapa kita yang lekat dengan realitas itu masih sungkan dan ragu untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi anak-anak yang kurang beruntung dan selalu terabaikan?

Bandungan, 29 Mei 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: