Tinggalkan komentar

Ocehan Kosong

Oleh:  Odi Shalahuddin

Aku di sini. Di depan komputer. Seperti kemarin. Kemarinnya lagi. Tapi, pikiran telah melesat ke berbagai penjuru dunia. Bersapa pada kata. Bersapa pada gambar. Bersapa pada film. Jarak bukan rintangan. Waktu sama antara peristiwa dan berita tersiar, bukan lagi mimpi. Luar biasa. Tak terbayang, duapuluh tahun lalu. Bukan kemewahan lagi. HP-pun sudah menjajah hingga pelosok desa. Jemari terlatih. Berpetualang pada rimba-rimba url-url. Ke penjuru dunia. Bila saja ada manusia di planet lain. Bukan tak mungkin dapat terhubung pula. Hingga kabar meluas dalam galaxi. Atau semesta.

Aku tak membayangkan. Seandainya frekuensi-frekuensi dapat terlihat dengan mata. Kukira kita akan gugup dalam perjalanan. Bentangannya kukira sangat semrawut. Lebih semrawut daripada kabel-kabel bawah tanah atau lebih ruwet dari isi otak kita.

Inilah dunia. Sudah diatur di atas meja. Dengan tuts-tuts tombol keyboard. Berlompatan huruf dan angka. Melesat ke berbagai penjuru. Menjadi dewa. Tak terbantah.

Lantas kita tergantung terhadapnya. Seakan mati tanpa rasa bila tak mencumbuinya. Atau setidaknya melirik dan meraba.

Maka terkulai lemas tanpa daya. Ketika listrik mati tiba-tiba. Atau sinyal tak menyala. Tanpa kepastian, berbagai umpatan termuntahkan. Ah. Ada-ada saja. Tapi begitulah realitanya.

Lantas?

Yogya. 17.01.11

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: