Tinggalkan komentar

Kawan-kawan Kecil Tetaplah Ceria

Oleh: Odi Shalahuddin

Menunggu memang menjemukan. Kukira semua orang sudah tahu. Dirimu pun kuyakin pernah mengalaminya, bukan? Itulah yang kualami.

Hampir satu jam telah lewat. Rencana melakukan kelompok diskusi terfokus dengan salah satu lembaga kemasyarakatan di salah desa desa di Timor Tengah Utara masih belum menunjukkan tanda-tanda dimulai. Bukan bermaksud mengulur waktu atau tidak menghormati yang sudah datang. Tapi memang belum ada yang datang.

”Mereka masih ada acara. Sebentar lagi pasti datang,” kata seorang kawan.

Memang, tadi ada kunjungan dari Ibu Bupati dan ada pula beberapa pertemuan. Ya, memang harus menunggu. Menggunakan waktu dengan duduk, ngobrol, dan jalan-jalan di seputar halaman balai desa, menikmati pemandangan perbukitan dan mengambil beberapa gambar.

Tiba-tiba saja pandanganku tertuju kepada anak-anak kecil yang tengah bermain di bangunan posyandu. Walaupun berkelompok, mereka asyik dengan kelompok-kelompok kecilnya. Ada yang bernyanyi-nyanyi, ada yang bermain sepeda roda tiga, ada yang usil mengganggu kawannya. Aku mengamati mereka sambil senyum-senyum sendiri.

Aku mendekati mereka. Kusapa, tidak ada jawaban. Walau pandangan mengarah kepadaku, mereka saling berusaha menyembunyikan diri di belakang tubuh kawan-kawannya.

”Ayo, siapa mau foto? Hm, di foto ya?” beberapa anak, berlari, menjauh keluar dari kerumunan, tapi pandang mereka tetap mengarah kepadaku.

Jepret! Lalu kutunjukkan kepada mereka hasilnya. Semua berebutan untuk melihatnya.

”Foto lagi ya,” beberapa anak kembali menjauh, berusaha menghindari kamera. Sedang anak-anak lain tampak bergaya. Mereka tertawa-tawa melihat hasilnya dan berebutan memberikan komentar. Secara perlahan, akhirnya mereka berebutan untuk bisa terfoto.

Setelah itu aku menawarkan kepada anak yang mau mencoba untuk men-jepret kawan-kawannya. Satu sama lain saling berpandangan. Satu orang menunjukkan jari. Ok. Kuberikan cara bagaimana mem-foto. Mereka mencoba. Anak yang lain mengangkat jari mau ikutan mencoba. Secara bergantian mereka mem-foto kawan-kawan lainnya. Setiap selesai mem-foto, mereka berkerumun untuk melihat hasilnya. Tertawa lepas, ada yang tersipu malu, ada yang diperolok, ada yang terlihat bangga.

Ah, kutemukan cara mengusir rasa bosan. Aku nikmati keceriaan wajah-wajah mereka. Semoga saja bisa demikian dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ancaman berdasarkan pengalaman kakak-kakak mereka, yang harus putus sekolah di tengah jalan, bekerja ke luar wilayah, menjadi korban kekerasan yang dianggap sebagai hal biasa oleh orangtua dan para guru mereka, semoga tidak harus mereka alami. Semoga perubahan bisa berlangsung dengan cepat. Para orangtua, guru dan para tokoh masyarakat dan pemerintah desa bisa saling bahu-membahu untuk melakukan perubahan memperhatikan kepentingan anak-anak mereka.

Desa yang dekat dengan perbatasan salah satu propinsi Timor Leste, kini telah memiliki Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) yang melibatkan berbagai komponen masyarakat dan pemerintah desa sebagai pengurusnya. Dengan merekalah aku berencana bertemu dan berdialog. Ini adalah salah satu desa dari empat desa lainnya yang tengah merintis upaya-upaya memberikan perlindungan terhadap anak terutama menghindari kekerasan terhadap anak-anak. Semogalah semangat dan upaya tak kenal henti bisa membuahkan hasil terbaik.

Ah, satu persatu orang-orang sudah berdatangan ke Balai Desa. Aku berpamitan kepada kawan-kawan kecilku. Masih kuingat sebagian nama-nama mereka: Egi, Jerry, Lalus, Apri, Diana, Salus, Linda, Rahma, Socres, dan lain-lainnya. Ayo tetaplah ceria, kawan-kawan kecil. Senantiasa tersenyum, tertawa, menyapa dunia, menggenggam semesta semesta…..!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: