Tinggalkan komentar

Desember, Bulan Aksi dan Refleksi

Oleh: Odi Shalahuddin

Bulan Desember adalah bulan di akhir tahun. Bulan di mana orang-orang mulai menjejaki tapak-tapak kaki perjalanan yang telah dilalui, menilai perkembangan diri, mencermati perubahan-perubahan yang telah terjadi, sebagai evaluasi dan refleksi diri. Pada bulan ini pula seringkali kita menebarkan janji-janji dalam hati, guna melakukan perubahan-perubahan dalam diri, ketika saling berinteraksi antara sesama manusia di muka bumi. Menyimak dan mencatat pula hubungan dengan alam dan Tuhan. Kita, manusia, sebagai individu, sebagai bagian dari komunitas/masyarakat, sebagai bangsa, dan sebagai manusia dunia.

Pada bulan Desember ini pula, berbagai peristiwa bersejarah di dunia hadir dan memberi makna bagi penghargaan yang tinggi sebagai manusia yang memiliki derajat dan bermartabat. Manusia sebagai subyek yang memiliki hak-hak  agar dihargai, dilindungi, dan dipenuhi oleh para pengelola Negara.

Beberapa hari bersejarah ini diperingati juga untuk mengenang sejarah kelam atas peristiwa-peristiwa berdarah yang mengingkari kemanusiaan yang memacu semangat perjuangan untuk kemanusiaan.

Saya mencoba menandai hari-hari bersejarah yang diperingati, tanpa mengurutkan tanggalnya. Saya akan memulai dengan 10 Desember yang diperingati sebagai hari HAM. Pada tahun 1948 di tanggal tersebut Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) diadopsi oleh majelis Umum PBB melalui Resolusi 217 A (III). DUHAM  ditandatangani oleh 48 dari 58 wakil Negara-negara anggota yang hadir. Ini menjadi tonggak bersejarah atas pengakuan terhadap manusia sebagai subyek hak Pada tahapan berikutnya lahir dan diadopsi berbagai instrumen internasional yang terkait dengan HAM, seperti Kovenan Hak Sipil dan Politik, Kovenan  Internasional tentang Hak Sosial Budaya dan Ekonomi. Ketiganya disebut sebagai instrumen pokok karena kedudukannya yang sentral dalam corpushukum Hak Asasi Manusia. Ketiganya mendasari lahirnya instrumen HAM yang mengandung ketentuan-ketentuan yang lebih bersifat khusus seperti Konvensi Hak Anak, Konvensi Anti Diskriminasi terhadap Perempuan, Konvensi Buruh Migran dan sebagainya.

17 Desember 1999, Majelis Umum PBB melalui resolusi 54/134. menyatakan dan menetapkan tanggal 25 November menjadi Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (International Day for the Elimination of Violence Against Women).  Penetapan tanggal tersebut dilatarbelakangi oleh kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap tiga saudara perempuan Mirabal, yaitu Patria Mercedes Mirabal (Patria), Maria Argentina Minerva Mirabal (Maria), dan Antonia Maria Teresa Mirabal (Teresa)  dari Republik Dominika karena menentang penguasa diktator Rafael Trujillo yang korup dan tiran pada 25 November 1960. Para suster, yang dikenal dengan julukan sebagai ”kupu-kupu revolusioner” atau ”kupu-kupu yang tak terlupakan” menjadi simbol dari krisis kekerasan terhadap perempuan di Amerika Latin.

Tanggal tersebut sesungguhnya mulai diperingati oleh kaum feminis untuk kali pertama setelah dideklarasikan pada konferensi kaum feminis di negara-negara Amerika Latin di Bogota, Kolumbia, 18-21 Juli 1981. Penetapan oleh PBB merupakan perjuangan yang sangat panjang bagi kaum perempuan.

Selanjutnya, atas gagasan Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership, dilakukan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) yang pada saat ini berlangsung di seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia, yang dimulai pada tanggal 25 November dan diakhiri pada tanggal 10 Desember sebagai Hari HAM.

Perdagangan anak dan perempuan yang menjadi isu menonjol beberapa tahun belakangan ini, mendapatkan acuan bagi upaya memeranginya dengan diadopsinya  The Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Person Especially Women and Childrenoleh Majelis Umum PBB di Palermo Italia pada tanggal 12 Desember 2000 yang kemudian dikenal dengan Protokol Palermo. Protokol ini ditandatangani oleh 121 negara termasuk Indonesia.

Berbagai organisasi di berbagai Negara tengah aktif untuk mempromosikan agar tanggal tersebut bisa disahkan sebagai Hari Anti Perdagangan Manusia. Di Indonesia hal ini aktif dilakukan oleh jaringan bernama Indonesia Against Child Trafficking yang secara rutin melakukan kampanye untuk mempromosikan agar tanggal tersebut ditetapkan oleh Indonesia sebagai hari Anti Perdagangan Manusia.

Ratusan ribu anak dan perempuan di Indonesia telah menjadi korban perdagangan. IOM menyatakan berdasarkan, data korban perdagangan orang yang didampingi IOM Indonesia, Maret 2005-April 2008 sebanyak 3.127 korban dengan proporsi 25,6 % umur anak (laki-laki dan perempuan), 67,6 % perempuan dan 6,7 % laki-laki dewasa. Berdasarkan daerah asal sebagian besar berasal dari Kalimantan Barat (707), Jawa Barat (650), Jawa Timur (384), Jawa Tengah (340), Nusa Tenggara Barat (217), Sumatera Utara (211), Lampung (157), Nusa Tenggara Timur (122), Sumatera Selatan (65), Banten (64), Sulawesi Tengah (55) dan DKI Jakarta (42). Selain di dalam negeri, mereka juga diperdagangkan ke luar negeri. Sebagian besar ke Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, Jepang, Syria, Kuwait, Taiwan dan Irak. Para korban ini umumnya pencari kerja dengan bekal pendidikan yang relatif rendah.

Hari-hari penting pada bulan Desember yang senantiasa diperingati yang bersifat internasional dan nasional, antara lain:

  • 01 Desember Hari AIDS Sedunia
  • 02 Desember Hari Internasional Anti Penghapusan Perbudakan
  • 03 Desember Hari Internasional bagi Penyandang Cacat Internasional
  • 09 Desember Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia
  • 10 Desember Hari Hak Asasi Manusia
  • 12 Desember Hari Anti Perdagangan Manusia
  • 18 Desember Hari Internasional Buruh Migran
  • 19 Desember Hari Bela Negara
  • 19 Desember Hari Trikora
  • 20 Desember Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
  • 22 Desember Hari Ibu
  • 22 Desember Hari Sosial

Nah, sekarang dirimu apakah telah mempersiapkan diri untuk mengevaluasi dan merefleksikan diri serta membangun rencana untuk tahun depan yang lebih baik?

Kudus, 10 Desember 2010

Link Bahan Bacaan: 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: