1 Komentar

(puisi) Terekomendasi

TEREKOMENDASI

Siapakah menebar kertas-kertas tersembunyi, atas nama-atas nama sehingga lapang jalan pintas bagi masuknya orang-orang bertopeng yang kehilangan nama dan menghamburnya uang negara ke saku laci para penguasa, berbagi dengan partai pendukungnya, dan orang-orang yang setia mengabdi kepada kepentingan belaka? Belum terhitung kertas-kertas tersembunyi, tersebar ke para pengusaha dan para pengelola proyek, dalam ruang pertemuan yang katanya masuk budget entertain, pada ruang penuh nyanyian dengan para penari yang terus menggeliat di atas meja dalam sorot lampu temaram.

Sedang di luar, jutaan orang masih saja mengasah pedang, ketika hidup terbukti tak mampu berjalan dalam perjuangan dengan suara dari pinggiran, tapi harus juga sesekali berani menggertak. Sayang, model kolonial yang senantiasa menjadi kenangan dan pelajaran bukan untuk dipahamkan melainkan juga dipraktekkan terhadap bangsa sendiri sehingga tumpah darah, air mata bangsa, dan sorak dari balik dinding beku istana ketika pertarungan yang memecah menjadi permainan dalam permainan politik kepentingan.

Jaman telah berubah, kekuasaan bukan sesuatu yang tak lagi terjamah, seperti jaman Orba, suara dan gerak dibungkam, masih bernafsu bisa terbuang atau dibinasakan. Tapi kini, suara bisa menggema, banyak media membuat berita, sehingga bila tak sempurna, para lawan politik bisa segera menjatuhkan.

Apalagi kisah usang yang hendak ditampilkan dalam panggung teater negeri ini, ketika kita benar-benar sudah muak dengan segala macam kabar tentang pencideraan terhadap hati bangsa? Ketika bangsa ini benar-benar patut berduka, tatkala semakin terlihat nyata para pemegang mandate berjalan sendiri tanpa arah, dan saling bersikutan. Sedang cahaya pencitraan sedemikian megah selalu tampil di halaman muka. Headline namanya.

Konstitusi dan peraturan perundangan yang terbangun dengan berbagai pemikiran, persidangan penuh perdebatan dan uang rakyat untuk memuliakan para wakilnya agar bisa bekerja dengan tenang (walau ada kasak-kusuk tentang penebar uang), bukanlah untuk dikebiri. Ayo, buka dari laci dan segera bersihkan debu-debu, kembali terbuka untuk terbaca dan ditegakkan sebagai dasar pengelolaan negeri.

Yogyakarta, 7 Juli 2011

Iklan

One comment on “(puisi) Terekomendasi

  1. sangat mengena dengan situasi yg ada pada saat ini,, mantabs puisinya Pak Odi,, aktual n tajam,,
    salam,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: