Tinggalkan komentar

(puisi) Sempurnalah Engkau Manusia, Membangun Dunia, Juga Bencana

Sempurnalah Engkau Manusia, Membangun Dunia, juga Bencana 

Diciptakan wahai engkau manusia sebagai makhluk paling sempurna, melebihi tetumbuhan, para hewan, syetan dan iblis, bahkan dari malaikat sekalipun dan ditakdirkan dirimu menjadi khalifah di muka bumi. Akal pikiran sebagai anugerah tak ternilai yang membedakan dirimu dengan makhluk-makhluk lainnya sehingga engkau dapat berpikir, menerobos ruang dan waktu, menghujamkan berjuta tanya,  membangun segala rencana, melakukan perubahan-perubahan di dunia. Ya, engkaulah itu: Manusia!

Telah kau buktikan kemampuanmu wahai manusia, dalam perjalanan hidup yang senantiasa penuh warna dan melahirkan banyak hal tak terduga. Telah kau beri cahaya benderang kala malam melalui bola-bola lampu berpijar di segenap ruang. Telah engkau buka hutan-hutan menjadi kota-kota bercahaya dengan gedung-gedung menjulang mendekati langit. Telah engkau perpendek waktu perjalanan dari satu titik ke titik lain, dan kesibukan di angkasa, laut dan daratan pada bantalan rel dan jalan-jalan aspal. Kecepatan yang senantiasa menantang semakin memperpendek waktu. Dan engkau masih belum berpuas, tetap berusaha untuk melanglang keliling semesta mendekati dan menjajah bulan, planet dan bintang.   Sempurnalah engkau wahai Manusia. Tak menyia-nyiakan segenap anugerah Sang Kuasa.

Sempurnalah pula dirimu mengatasi ketidaksempurnaan, terhadap sisi gelap manusia, yang haus kuasa, menghalalkan segala cara, menjadi sang perkasa, sebagai raja diraja yang mewakili Tuhan di dunia, dan semua harus takhluk pada perintahnya, sehingga sejarah mencatat kita telah lampaui jaman jahilliyah, jaman barbar, jaman ketidakteraturan, dan menjadikan manusia sama setaranya tanpa perbedaan, demikian mimpi dan obsesi yang menjadi sandaran bagi perubahan demi perubahan.Tatanan kehidupan baru dibangun bersama dengan sisi gelap yang senantiasa membuat siasat untuk tetap bisa meluncurkan nafsu-nafsunya dalam permainan baru yang semakin sempurna. Maka tetaplah ada raja walau tak bermahkota, membangun kekuasaan untuk menguasai termasuk mengebiri alat-alat pengontrol kekuasaan.

Terbangunlah kerajaan-kerajaan baru bagaikan gurita memainkan para penguasa-penguasa negara-negara merdeka menjadi kacung pengesah sejati bagi eksploitasi terhadap isi bumi yang menggila tak terbatasi sehingga bencana demi bencana terus lahir dari kehamilan paksa atas perkosaan-perkosaan alam.

Bumi yang anggun, menjadi cepat tua. Makhluk-makluk lain yang tergusur melakukan evolusi mempertahankan diri, mungkin juga dalam sembunyi yang tiba-tiba akan hadir mengejutkan dirimu wahai manusia.

Sempurnalah dirimu, sungguh, wahai manusia. Ketika peristiwa berantai dari bencana yang tak terbayangkan telah terus menyapa, sesungguhnya bisa menjadi pijakan untuk merubah rencana baru tentang memperlakukan bumi dan sesama manusia. Sesungguhnya alam tidak pernah menjadi musuh agresif yang aktif menyerang tanpa alasan. Ia hanya memainkan irama yang terus dirubah oleh dirimu sendiri wahai manusia.

Maka, hendak kau apakan bumi ini, pastilah tergantung dirimu sendiri. Sebelum semua terlambat. Segeralah bergerak dan bertindak!

Yogyakarta, 22 April 2011 (Hari Bumi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: