1 Komentar

(puisi) Membaca Wajah dalam Cermin

Membaca wajah dalam cermin 

Menghadap cermin, kujumpa wajah. Wajah siapa gerangan, berganti rupa, tergantung kehadiran dalam kepala.

Ah, ialah sang peragu, yang suka membisu, tatkala orang-orang tengah berburu, mencari arah yang hendak dituju, lantas setelahnya banyak meninju walau profesinya jelas bukan petinju, sambil melantunkan jutaan lagu, saat orang-orang mengibaskan baju, dari keringat kerja yang menyatu

Ah, ialah sang penguasa, yang selalu merasa benar adanya, setiap titah kata bisa menjadi bencana, membangun berjuta derita, sedang ia terus saja tertawa, seraya maju ke muka, berkotbah tentang perubahan masa, buta mata tuli telinga, pasukan penjaga senantiasa merawat singgasananya

Ah, ialah sang penyair, yang selalu bermimpi larut dalam air, menyelusup mengalir melewati celah-celah bebatuan, lantas membacakan syair-syairnya di tengah keramaian pasar, yang tenggelam berubah menjadi mall-mall.

Ah, ialah sang penulis, mengaku sebagai seorang idealis, tapi selalu saja mencuri kesempatan mendapatkan ruang diri, dengan menghapus berbagai peristiwa yang selayaknya dibuka

Ah, ialah, wajah-wajah yang berganti bersalin dalam topeng-topeng.

Menghadap cermin, kujumpa wajah, wajah siapakah gerangan. Sunggu aku terlupa? Bisakah engkau ingatkan diriku dalam kealfaan berkepanjangan ini?

(Coretan iseng seusai pergantian hari, 11 Mei 2011)

Iklan

One comment on “(puisi) Membaca Wajah dalam Cermin

  1. kreatif bnget, bgus2 like this to you deh, sukses trus and pntang mndur tuk membuat psting yg lbih bgus lgi ok gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: