Tinggalkan komentar

(puisi) Ceracau

CERACAU 

duka yang kita ajak bercanda sampai tertawa, tentulah tak bernama duka lagi
luka yang kita ajak bermain hingga tersenyum, tentulah tak bernama luka lagi
suka yang senantiasa kita sapa tapi berpaling muka, tentulah tak bernama suka lagi
cinta yang menaburkan suka-duka-luka tapi lahirkan dendam, tentulah tak bernama cinta lagi

tapi sebagai manusia, kita memang sering memperdaya diri sendiri, menyelimuti kabut membayangkan tengah tertidur di awan putih, menceracau tentang indahnya danau dan angsa, atau membuka berbagai derita yang menimpa mengundang rasa iba, tanpa terasa akan senantiasa menjadi bencana dalam hidupnya

lalu, apa yang hendak kau raih dan kau peluk mesra di pagi buta? sebelum matahari menyapa yang sebentar lagi tiba

18 Juni 2011

 
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: