Tinggalkan komentar

(puisi) Bangkit

BANGKIT  

Bangkitlah dari kursimu, bila itu terasa panas, lantaran uang panas semakin membakar saku celanamu, kecuali bila dirimu ingin menghitamkan diri

Bangkitlah dari tidurmu, bila hanya mimpi yang kau nikmati, sedang mata terbuka terasa siksa belaka, buat apa kau berbangga sebagai pemuda, sedang tiada perubahan bagi bangsa dan negara?

Bangkitlah !!!

Tapi, janganlah bangkit. Sungguh kuharap padamu, yang telah terbujur kaku di pemakaman. Tenang sajalah pada duniamu.

20 Mei 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: