Tinggalkan komentar

(puisi) Pada Sepenggal Jalan di Rembang

PADA SEPENGGAL JALAN DI REMBANG 

malam purnama, bulan bulat telanjang
tapi masih saja remang di jalan ini
yang tak sepi dari lalu-lalang truk-truk

angin laut membawa amis ikan
terhirup hidung menggoyang kepala
diiringi musik dangdut yang tak henti
berlomba dari warung-warung kopi
yang berjejer sepanjang jalan ini

ayo, lukis batang rokokmu
ngeblok? Garis benang?
Atau…
Membatik?

Tinggalkan ampas di piring
Beri beberapa tetes susu
Siapkan pena dari sebatang korek

Sambil menyeruput secangkir kopi
Menguatkan tubuh menahan rasa dingin
Memandang para perempuan muda
Memainkan pena

Atau minta ajari membatik?
Ah, jangan nakal menjelang tengah malam

Rembang, 18.02.11.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: