Tinggalkan komentar

(puisi) Bulan

BULAN 

bulan bulat dalam telanjang yang sempurna
beragam imajinasi membangun sosok ke dalamnya
dari dongengan bocah tentang ibu, tentang nenek, tentang peri
hingga kisah cinta yang tertaut, merayu dalam bayang rembulan

lihatlah, bulan demikian perkasanya, tanpa tertutup awan
lihatlah, bulan sedemikian cantiknya, dikelilingi bintang-bintang

bulan bulat dalam telanjang yang sempurna
ketika tiba-tiba pecah terhantam bom, dan puing-puingnya
memenuhi angkasa raya, sebagian jatuh ke bumi,
sebagian mungkin tertanca dalam tubuhmu

oh,  tiada gema lagu ”ambilkan bulan, Bu…”
luruh segala syair tentang bulan
lara pecinta kebingungan ciptakan imaji

bagaimana pula irama waktu?
meloncat dari hari ke tahun, tanpa bulan
bulan tua, bulan muda, melenyap
datang bulan, menjadi apa?

bulan bulat dalam telanjang yang sempurna
bisa jadi kelak dalam mimpi-pun tak bisa dihadirkan kembali

Ah,

Yogyakarta, 20 April 2011
(ocehan kosong tengah malam)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: