3 Komentar

(puisi) Rindu Pasar

RINDU PASAR 

rindu menjelajah pasar di pagi hari
memasuki lorong-lorong berdesakan
terciprak genangan, becek sisa hujan malam
diiringi aroma bau tumpukan sampah yang mengesankan

los-los kios terbuka
aneka ragam dagangan tak beraturan
makanan tradisional, sayuran dan ikan-ikan segar,
tawar-menawar menjadi menyenangkan
dengan tawa renyah dari para penjaja

satu-satu sirna
tergusur, terbakar atau dibakar
berganti pasar yang angkuh berdiri
dan kemana para penjaja lama?
sekarang hadir wajah-wajah baru
dengan wajah tak ramah
mengejar setoran bayar kredit bulanan

Yogyakarta, 20 Desember 2010

Iklan

3 comments on “(puisi) Rindu Pasar

  1. menyimak puisi yg oke. Sukses selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: