Tinggalkan komentar

(puisi) Pengecut

PENGECUT 

pengecutkah aku?
tak berani menulis tentang preman
apalagi tentang mentri dan presiden
membayangkan saja badan sudah gemetaran

pengecutkah aku?
menghindar dalam diskusi tentang agama
apalagi kalau sumpah serapah sudah meraja
makin susah bagiku menangkap logika

pengecutkah aku?
tak berani menulis tentang cinta
apalagi yang serba terbuka
membuat bodohku semakin menganga

pengecutkah aku?
hanya berani menulis fiksi
yang mungkin tak layak kau sebut puisi
tentang awan yang terus berlari
atau hilangnya harga diri

”Pengecut! Dasar Pengecut!”
Nah, bentakanmu itu saja sudah membuat nyaliku ciut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: