Tinggalkan komentar

(puisi) Masih Saja

MASIH SAJA

masih saja irama alam memainkan tubuh bumi yang semakin renta
berayun-ayun tak henti, riak gelombang lautan memuncak
airpun berpetualang mencari jalan-jalan baru di daratan,
sedang belahan lain panas keringkan tanah tak kunjung usai

tapi, manusia masih saja memainkan api walau takut terbakar
menguras perut bumi, dan memangkas hutan-hutan

peringatan yang berulang, terasa tak terindahkan
latihan-latihan hiruk pikuk kemudian terabaikan,
sehingga masih saja kita merasa tak tahan didatangi kejutan

masih saja,
dan masih saja
sampai kapan?

Yogyakarta, 22 Agustus 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: