Tinggalkan komentar

(puisi) Konsisten

KONSISTEN

tiadakah kata ketetapan hati, terbawa sampai mati ?
sehingga senantiasa waspada, terhadap segala kabar berita
lantang suara bernyanyi, agar tak ada lagi tempat sembunyi
sudah berubah dunia, kau masih saja mencari kaca mata
ayolah, berondongan peluru pena telah menghujam
masih ingatkah, mengapa harus peluru ditembakkan?
Bukan, bukan mencari sensasi,
apalagi sasarannya adalah mentri dan para petinggi negeri
ketika mereka mulai bicara, jangan merasa kemenangan di dada
bagaimana bicara mereka, apakah sekedar kata atau pembelaan saja?
Ya, itu sah-sah saja, siapapun tentu begitu adanya
namun apalah guna bila kita hanya mendengar pembenaran-pembenaran
tanpa ada ruang diskusi untuk melahirkan suatu perubahan bermakna
bagi kita, bagi bangsa ini
bila kita telah terpuaskan, lebih baik onani saja
bukankah sudah terlalu banyak kisah
dari sesuatu yang telah kita ketahui sejak dulu kala,
kisah-kisah para pemberani
yang kemudian terbungkam
dan berada dalam genggaman sang penguasa
ayolah, tetaplah berketetapan
jangan ikut-ikutan cari pembenaran
dan janganlah marah bila ada prasangka, yang malah kau tebarkan sebagai fitnah?
jaman memang sudah berubah, dunia begitu pula, tidak ada lagi tempat sembunyi
karena suatu waktu, akan terbukalah semua ruang
jadi, apalagi yang harus ditakutkan dan disembunyikan?
apalagi harus berkilah…
Ah…

17 November 2010
(terinspirasi dari postingan Mad Mizan dan Ip Kamis)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: