Tinggalkan komentar

(puisi) Ketika

KETIKA

ketika langit berubah menjadi merah dan tanah menjadi biru, maka merahlah lautan, dan sungai-sungai menjadi biru. Lantas berubah menjadi apakah  sejarah hitam? Tetapkah hitam?

Maka segeralah bergegas beradaptasi, seperti para bangsawan yang mencatatkan dirinya sebagai berdarah coklat, dengan sertifikat dari kraton. Jangan gagap bahasa dan warna, agar dirimu tidak tertindas karenanya. Akan berulang sejarah hitam? Ah… jangan pula mengharu coklat….

Waspadalah, ketika akan ditorehkan pena dalam catatan sebagai kabar bahwa tanah becek penuh warna merah, yang menghitam, sesungguhnya sejarah telah digelapkan kembali menjadi hitam…. 

Yogyakarta, 24 September 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: