Tinggalkan komentar

(puisi) Atas Nama Mu

ATAS NAMA-MU

atas nama-Mu
telah tertumpah darah, melukis bumi
senjata berarak, mengambil alih tugas malaikat-Mu
angin terhenti, semesta menahan nafas, burung-burung pun pergi
gema manusia membahana, mengucap, atas nama-Mu

atas nama-Mu
telah terbakar rumah-rumah yang dianggap sebagai ”pendosa”
telah terbakar rumah-rumah yang dianggap menyerupai ”rumah-Mu”
telah terbakar firman-firman yang dianggap menyerupai ”firman-Mu”
padahal semua sama, hamba diri-Mu,
yang senantiasa menggemakan nama dan firman-firman-Mu
yang berjuang untuk selalu dekat dengan diri-Mu

atas nama-Mu,
aku tak berani bertanya
karena kutahu bahwa Kau telah tahu segalanya

atas nama-Mu,
aku tak berani menduga
tapi kuyakin, kemarahan tak akan muncul dari-Mu
karena kau tak butuh kami, segenap makhluk
namun kamilah yang membutuhkan diri-Mu

atas nama-Mu,
kami berdoa, mohon pengampunan atas segala tindakan kami
Kau yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, juga Maha Pemaaf

Yogyakarta, 5 Oktober 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: