Tinggalkan komentar

(puisi) Listrik Padam

Listrik Padam

tatkala listrik padam
mengapa aku jadi resah, memaki, habiskan energi
lantaran pekerjaan yang ditunggu tak selesai
kadang aku juga bahagia, bersorak, berharap panjang
lantaran aku punya alasan untuk tak bekerja

aku telah dilumpuhkan
tak bisa ber-apa-apa dan bisa membangun alasan berapapun
hanya lantaran listrik padam

tangan sudah asing dengan pena dan kertas
mata sudah gagap dengan cahaya lentera atau lampu teplok

aduh, hape low batt, bak mandi kosong,
maaf, aku mau tidur aja

Yogyakarta, 15 Agustus 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: