Tinggalkan komentar

(puisi) Mengenangmu

MENGENANGMU 

mengenangmu,
seperti air mengalir dari gunung
lewati batang-batang bambu terbelah
gemericiknya berirama
bersama dedaunan yang menari
angin bermain, semut beriringan
dan
aku
tak henti kepakkan
sayap
sayap
melayang
memainkan ruang
waktu 

mengenangmu
seperti berselancar pada dunia maya
tuts-tuts tertekan, melempar cepat diri kita
pada sudut ruang dimana bebas memandang
merasa diri merdeka sebagai manusia
walau kadang
salah arah
karena
peta wajah
tersamar
dan tak satu
: kloning 

mengenangmu
tak ada yang salah
dan tak bisa dipersalahkan 

11 Pebruari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: