Tinggalkan komentar

(puisi) Lantas ?

LANTAS?

selalu,
kantong cepat terkuras habis
sedang isi sulit didapat
masih saja kita bercanda
tentang keberuntungan
“selama bernafas masih gratis”
lalu kita tertawa-tawa

menghirup kopi kental
tanpa gula
di siang hari
kembali bermimpi tentang negeri
teramat kaya tapi bukan kita
si empunya

tontonan televisi
berita mengalahkan sinetron
yang sering membuat muak
komedi berlebihan daripada pelawak
atau mengumbar rasa sedih nan pedih
yang tidak membuat menangis
karena tetap saja terlihat bengis

selalu,
selalu saja
dan selalu saja kita-kita
dipaksa untuk berdansa membaurkan luka
hingga berkeringat dan tidak ingat apa-apa
dipaksa untuk berdoa menyamakan nada
hingga selalu menerima

selalu
selalu saja
dan selalu saja kita-kita
berbaris panjang dalam segenap antrian
untuk merebut ruang-ruang sempit
dipacu dengan putaran irama kerja
mengisi kantong yang semakin bolong

lantas?

Yogyakarta, 16 Pebruari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: