Tinggalkan komentar

(puisi) Kemarau Terlalu Panjang

KEMARAU TERLALU PANJANG

kemarau jiwa
terlalu panjang rasanya
menghempaskan desah nafas bangsa
di tengah kemeriahan pesta
tak berkesudahan
mencambuki para pawang
untuk terus menari
memainkan awan
menjauh dan menjauh
tak heran
kemarau berkepanjangan
dan kita masih saja terus berpesta
lupa jiwa

Yogyakarta, 25 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: