Tinggalkan komentar

(puisi) Maaf: Bagi Istriku

MAAF
:Bagi istriku

20 tahun jalan bersama
sejak awal pengakuan
menempuh perjalanan
tak tahu kapan dan dimana
berakhir

ikatan terjalin
mencumbui hari-hari
semakin sempurna
telah terlahir
anak-anak kita

Pada titik ini
membuka rekaman
dan kutahu
ku tak pernah merayu
apalagi memujamu

Sungguh
tak berani kukatakan
kau bagaikan bintang
karena kutahu itu tak kan teraih
tak berani kukatakan
kau bagaikan matahari,
karena kutahu
panasnya tak sanggup tertahan
tak berani kukatakan
kau bagaikan bulan
karena kutahu
cahayanya hanya bayang
tak berani kukatakan
kau bunga aku adalah kumbang
karena aku terlalu bodoh
untuk menghayati diri sebagai bunga dan kumbang

Padamu,
kulihat hanya dirimu
bukan membangun bayang
seperti apa dan siapa
untuk itulah aku mencinta

Maafkan aku istriku,
bila aku tak mampu membangun imajinasimu
tentang keindahan cinta
hidup menjadi biasa-biasa saja
dan tak salah bila tumbuh prasangka
memang aku tak pernah sempurna
tapi yakinlah…

Suatu hari kau pernah berkata:
“keyakinan dibangun
dari mata dan rasa
Sesekali berkatalah
biar kutahu…”
pinta sederhana
tak terpenuhi pula

Pada sisi lain
terlalu banyak salah terbaca
dan kau-pun ringan memaafkannya

semakin sempurnalah
ketidaksempurnaanku

Maafkan,
maafkan aku
istriku…

Yogyakarta, 4 Oktober 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: