Tinggalkan komentar

(puisi) Kita Semakin Dilumpuhkan

KITA SEMAKIN DILUMPUHKAN

Bila listrik mati,
tak kerja sehari
semua akan memaklumi

traffick light ikutan mati
macet berkepanjangan lagi
lantaran saling rebut jalan sana-sini
tak berguna pula memaki
malah tambah sakit hati

Hidup fisik kita mungkin sebatas ruang
tapi merasa meraja eksplorasi dunia
lantaran yang bermain angka-angka
jadi konvensi negara-negara
sehingga ketika tiang-tiang
dibaluti bendera setengahnya
diiringi irama lagu kematian
kita masih saja tertawa-tawa

Pecahlah peta-peta
berganti arah utara-timur
selatan – barat
jangan tanya tentang kebenaran
semua memiliki argumentasinya sendiri
tinggal siapa empunya kuasa
ditaklukkanlah kesadaran kita

Kita hanya kecoa yang berlari-lari di lorong-lorong gelap
sesekali mengendap keluar dan berlarian di pinggiran ruang-ruang
tak waspada, tertepuk matilah kita
atau disemproti racun-racun berbahaya

Bila sekarang, masih saja kau bertanya
kemana arah yang seharusnya
sesungguhnya dirimu telah lama terpenjara

15 Maret 2009 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: