Tinggalkan komentar

(puisi) Hiruk Pikuk

HIRUK PIKUK 

Hiruk-pikuk ini,
pertanda apa?
pintu-jendela yang semakin terbuka
tak perlu untuk mengintip
apalagi bercakap berbisik
semua terlihat dan terasakan dengan jelas

Maka,
hiruk-pikuk ini
pertanda apa?
ketika segenap ruang terbuka
dilesatkan panah-panah beracun
ke segenap penonton, sasar ke otak

Dan kita,
bagian dari para penonton
cuma bisa tertawa saja
melihat kebodohan semacam itu
tanpa menepiskan panah-panah

sudah kebal otak kita dengan racun
yang disesakkan berpuluh tahun
dan racun-racun yang telah menggumpal
menjadi bagian dari diri kita
hingga kita tahu bagaimana rasanya racun itu

maka,
tertawalah kita,
melihat hiruk-pikuk
hanya di atas panggung
dimainkan oleh para aktor tua
dengan figuran sebagian besar kawan yang kita kenal
yang dulu sangat bernafsu menghancurkan panggung-panggung
dan sekarang kita dipaksa menonton permainan
yang dikampanyekan sangat indah, sedang busuk pula adanya

Dan,
hiruk-pikuk itu tak sampai membuat pikuk diri kita,
biarlah mereka meraung-raung sendiri

Ayo, tetap saja kita tertawa,
masih mau nyontreng besok?

19 Juni 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: