2 Komentar

Anak-anak yang Dilacurkan #1

Oleh  :  Odi Shalahuddin

Tiba-tiba saja aku teringat kepada seorang kawan lama yang kukenal sejak tahun 1996. Sebut saja S, yang pada saat itu masih berumur 13 tahun dan mudah dijumpai di kawasan Taman Tugu Muda Semarang. Ia seorang anak jalanan perempuan yang mulai turun ke jalan pada umur lima tahun lantaran diajak ibunya menjadi pengemis. Ia biasa bermalam di taman itu atau di los sebuah pasar yang tidak jauh dari sana.

Ia terlibat aktif dalam suatu organisasi anak jalanan. Sering menjadi penyanyi utama di kelompok musik anak jalanan perempuan dalam pementasan di berbagai acara.

Periode pertengahan hingga akhir tahun 1998, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Pada awal 1999 ketika bersama beberapa kawan melakukan penelitian mengenai anak jalanan perempuan, ia muncul. Berdasarkan wawancara dengannya, kami semua terkejut. Ia menghilang beberapa waktu karena bekerja di Batam.

”Saya dengan dua orang yang masih seusia saya pergi ke Batam bersama Mbak WT. Ongkos perjalanan ditanggung sebagai pinjaman yang harus dikembalikan. Sampai di sana kami ditempatkan di sebuah rumah dan dipertemukan dengan tiga orang yang dipanggil ”mami”. Kami diminta untuk memilih salah seorang yang akan diikuti”

Berawal dari pengakuan dirinya, membuat kami tersentak dan segera memulai untuk menghimpun informasi mengenai anak-anak jalanan perempuan yang diperdagangkan untuk tujuan prostitusi. Kami lebih terkejut lagi bahwa ternyata kasus-kasus serupa banyak dialami oleh anak jalanan perempuan di Semarang pada awal tahun 2000-an.

Lama tak berjumpa dengannya, kami bertemu lagi di Yogyakarta. Usianya antara 16-17 tahun. Ia tengah hamil tua. Ia telah menikah dengan seorang anak jalanan yang juga kukenal. Ia menjadi salah satu narasumber untuk pembuatan talkshow mengenai persoalan anak-anak yang dipandu oleh Almarhum Harry Rusli.

Masa-masa berikutnya, seiring dengan kunjungan ke Semarang yang juga berkurang, aku jarang bertemu lagi dengannya. Hanya informasi-informasi  mengenai dirinya masih sering kudengar.

S adalah hanya salah satu dari sekitar 40.000 – 70.000 anak-anak yang dilacurkan atau 30% dari pekerja seksual komersial di Indonesia. Perkiraan jumlah anak yang dilacurkan ini dikemukakan oleh Mohammad Farid seorang aktivis Hak Anak, melalui ”analisis situasi mengenai Kekerasan Seksual, Eksploitasi Seksual dan Eksploitasi Seksual Komersial terhadap Anak” yang dilakukannya pada tahun 1998Jumlah ini didasarkan pada perkiraan jumlah PSK yang dikemukakan oleh Jones, Sulistyaningsih & Hull dalam penelitiannya mengenai prostitusi di Indonesia yang mencapai sekitar 140,000 – 230,000. (bersambung)

3 Agustus 2010

__________________________

Tulisan-tulisan terkait:

Juga lihat link berikut:

Iklan

2 comments on “Anak-anak yang Dilacurkan #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: