Tinggalkan komentar

Dokumentasi Tulisan tentang Tim Kemanusiaan Merdeka untuk Merapi #6

KETIKA ANAK MEMFASILITASI ANAK

HL di Kompasiana

Minggu (21/11),  sekitar 23 anak dari Das Des Community bersama kakak-kakak pendampingnya bergabung bersama Tim Kemanusiaan Merdeka (TKM) SAMIN memfasilitasi anak-anak di daerah Prambanan. Kegiatan dipusatkan di lapangan Tlogo yang menjadi tempat Sekolah Alam Marinir TNI AL.

Tercatat 69 anak yang berasal dari berbagai pos pengungsian di seputaran desa Tlogo dan desa Kokosan terlibat dalam kegiatan ini. Jumlah ini memang berkurang dari hari-hari biasanya lantaran sudah ada banyak anak yang telah kembali ke desanya masing-masing seiring dengan semakin tenangnya Merapi, walau masih berstatus awas.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00, awalnya berada di dalam tenda yang  dimulai dengan tepuk tangan hak anak dan menyanyikan lagu “Sama-sama” yang membangun semangat kebersamaan untuk belajar, bertanya dan bekerja sama-sama. Ini difasilitasi oleh Yuli Sulistyanto relawan dari TKM dari Semarang.

Selanjutnya, rekan-rekan dari Das Des Community yang memfasilitasi anak-anak ini. Berry dengan seorang rekannya, Tamma, menampilkan pertunjukan sulap. Ia menunjukkan sebuah tempat semacam cawan besar yang kosong. Ketika bagian bawahnya di bakar, tak lama kemudian ditunjukkan cawan yang sudah berisi permen-permen. Anak-anak berebutan ketika permen-permen tersebut dilemparkan ke berbagai arah.

Beberapa permainan yang menyenangkan anak-anak difasilitasi oleh Berry dan Tamma.

Berikutnya adalah kegiatan menggambar. Yuswantoro Adi, senirupawan Yogyakarta memberikan beberapa metode menggambar sederhana dengan mengandalkan lingkaran. ”Dari lingkaran kita bisa membuat apa saja. Membuat binatang, membuat buah, dan membuat sosok orang,”

Kegiatan ditutup dengan pemutaran Film ”Cerita Gek dan Gus” yang merupakan salah satu dari 32 episode Pustaka Anak Nusantara karya Garin Nugroho.

Pada kesempatan itu, Das Des Community juga memberikan bantuan berupa buku-buku cerita, dan barang-barang yang dinilai bisa dimanfaatkan yang mereka himpun dari anak-anak di sekitar komunitas mereka.

***

Sungguh menarik melihat anak-anak dari Das Des Community yang beranggotakan para pelajar SMP dan SMA di Yogyakarta. Mereka merupakan himpunan anak yang pernah menjadi panitia Bienalle Anak tahun 2010, yang didampingi oleh Yuswantoro Adi, untuk tetap aktif melakukan kegiatan-kegiatan kesenian dan berkegiatan bersama anak-anak yang kurang beruntung.

”Saya senang bisa melakukan kegiatan ini. Saya senang karena bisa menghibur anak-anak pengungsi” tutur Gibson salah seorang anggota Das Des Community, pelajar putri dari SMKI yang masih duduk di kelas 2.

”Melalui kegiatan bersama ini, anak-anak bisa merasakan penderitaan anak-anak yang lain, sehingga bisa menimbulkan empati mereka terhadap penderitaan orang lain,” penjelasan Yuswantoro Adi ketika menyampaikan niatnya melakukan kegiatan bersama anak-anak pengungsi.

Tentu saja, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak. Bagi anak-anak Das Des Community dapat menumbuhkan rasa solidaritas dengan sesama. Sedangkan bagi anak-anak yang terpaksa mengungsi mendapatkan hiburan dan perhatian dari kawan-kawan mereka yang lebih beruntung.

Sejahteralah anak-anak Indonesia…..!!!

Yogyakarta, 22 November 2010

____________________________

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: